I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu biologi
mendefinisikan tumbuhan sebagai organisme eukariota multiseluler yang tergolong
ke dalam kerajaan Plantae yang didalamnya terdiri atas beberapa kelompok
taksonomi yakni, tanaman berbunga, Gymnospermae
atau Tumbuhan berbiji terbuka, Lycopodiopsida,
paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau.Tumbuhan merupakan makhluk hidup
yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Ekosistem memiliki dua macam
komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.
komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia, sedangkan komponen
abiotik antara lain yaitu udara, gas, angina, cahaya, matahari, dan sebagainya.
Komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi satu sama lain, misalnya,
tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis dan hasil
fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya.
Tumbuhan secara umum
akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang
menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan tanaman berdasarkan karakter sifat
internal genetik dari tanaman. tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa
keberhasilan suatu tanaman dalam melangsungkan aktifitas hidupnya sangat
ditentukan oleh kelangsungan interaksi dari faktor lingkungan dan faktor
internal genetik. Kondisi lingkungan di bumi diketahui memiliki kondisi yang
berbeda-beda, lingkungan di berbagai permukaan bumi sangat bervariasi dan belum
tentu sama antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya. Jangankan pada suatu
lokasi berbeda terkadang pada satu lokasi yang samapun kondisi lingkungan bisa
menjadi bervariasi dari waktu ke waktu, hal ini bisa saja terjadi karena adanya
perubahan-perubahan secara ekologis.
Pertumbuhan suatu tanaman
berbiji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah keluar dan tumbuh. Sama
halnya dengan pertumbuhan, perkembangan juga dapat dilihat dari tunas, hanya
saja tidak diukur melainkan melihat apa saja struktur tubuh kecambah yang mulai
ada dari awal atau tunas. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kecambah biji akan
selalu berbeda-beda tergantung media tanam yang dipakai dan unsur-unsur yang
terdapat dalam media tanam tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan
praktikum dengan judul pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh terhadap
pertumbuhan tanaman
B.
Rumusan masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut
:
1.
Bagaimana
pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan
tanaman ?
2. Bagaimana respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas
cahaya matahari yang berbeda?
C.
Tujuan praktikum
Tujuan yang
ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui
pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan
tanaman.
2. Untuk mengetahui respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas
cahaya matahari yang berbeda.
D.
Manfaat praktikum
Manfaat yang
diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Dapat mengetahui
pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan
tanaman.
2.
Dapat mengetahui
respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas cahaya matahari yang berbeda.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik
yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya,
mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan
dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana
menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan dapat didefinisikan sebagai
elemen biologis dan abiotik yang mengelilingi organisme individual atau
spesies, termasuk banyak yang berkontribusi pada kesejahteraan individu
tersebut. Lingkungan juga dapat didefinisikan sebagai semua komponen alami Bumi
(udara, air, tanah, vegetasi, hewan dan sebagainya) Beserta semua proses yang
terjadi di dalam dan di antara komponen yang ada di Bumi (Effendi, 2018).
Lingkungan merupakan penelaahan terhadap sikap dan
perilaku manusia dengan tanggung jawab dan kewajibannya dalam mengelola lingkungan
hidup. Sikap dan perilaku ini sangat diperlukan sehingga memungkinkan kelangsungan
peri kehidupan secara keseluruhan serta kesejahteraan manusia dan mahluk hidup
lainnya. Pengertian lingkungan hidup menurut UU Nomor 23 Tahun 1997, adalah sistem
kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan segenap benda, keadaan, daya dan
mahluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan
peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Utina dan
Banderan, 2013).
B.
Jagung (Zea
Mays)
Jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi di
Indonesia. Jagung secara spesifik merupakan tanaman pangan yang sangat
bermanfaat bagi kehidupan manusiaataupun hewan. Berdasarkan urutan bahan
makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan
padi. Tanaman jagung hingga kini
dimanfaatkan oleh masyarakat dalam berbagai bentuk penyajian, yaitu tepung
jagung (maizena), minyak jagung, bahan pangan, serta sebagai pakan ternak dan
lain-lainnya. Khusus jagung manis (sweet corn), sangat disukai dalam bentuk
jagung rebus atau bakar (Derna dalam Pasta, dkk, 2015).
Jagung pulut atau Waxy Corn atau jagung ketan
(Zea mays ceratina. L)
merupakan jenis jagung spesial yang berpotensi sebagai sumber diversifikasi
pangan dan bahan industry. Jepang menggunakan jagung pulut sebagai sumber amilopektin yang digunakan dalam produk
makanan, tekstil, lem dan industri kertas. Jagung pulut menjadi salah satu
sumber plasma nutfah untuk menjadi kultivar-kultivar baru melalui pemulian
tanaman (Fitriah, 2019). Jagung pulut merupakan bahan pangan khas Pulau Sulawesi.
Masyarakat Sulawesi umumnya sangat menggemari jagung pulut yang dapat
dikreasikan dalam berbagai bentuk makanan olahan. Selain itu jagung pulut juga
menjadi sumber plasma nutfah untuk merakit kultivarkultivar baru melalui
kegiatan pemuliaan tanaman. Permintaan pasar jagung pulut terus meningkat,
namun hal ini tidak bisa diimbangi dengan produksi (Mamindol dan Bunga, 2017).
C.
Kacang Hijau (Vigna
radiata)
Kacang
hijau (Vigna radiata) merupakan salah
satu komoditi pertanian yang mempunyai nilai ekonomi cukup strategi di samping
sebagai sumber protein nabati utama vitamin serta merupakan bahan baku industri
dan sebagai pelestari lingkungan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah,
karena akar-akarnya bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mengikat nitrogen dari udara. Kacang hijau merupakan
salah satu tanaman leguminosa yang berperanan penting sebagai sumber protein
nabati bagi masyarakat (Anti, 2018).
Kacang
hijau mengandung karbohidrat, lemak dan Kacang hijau termasuk kedalam tanaman
yang toleran terhadap kekurangan air, yang penting tanah cukup kelembabannya.
Kacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah asalkan kelembaban dan unsur
hara cukup tersedia. Kacang hiaju mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan
jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainnya, karena kacang hijau
memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi agronomi dan ekonomi seperti, lebih
tahan terhadap kekeringan, lebih sedikit terserang hama dan penyakit, dapat
dipanen pada umur 55 -60 hari, dapat ditanam pada tanah yang kurang
kesuburannya serta cara budidayanya lebih mudah (Rosmaiti, 2018).
D.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Eksistensi dari ekosistem terrestrial dapat
dipertahankan keberlangsungannya karena adanya radiasi matahari atau lebih
tepatnya karena adanya Photosynthetically
Active Radiation (PAR), yaitu panjang gelombang radiasi yang dipergunakan
di dalam proses fotosintesis (panjang gelombang antara 380 dan 720 nm). Cahaya
matahari merupakan faktor utama penentu fotosintesis global sehingga terdapat
hubungan kuantitatif yang erat diantara penyerapan cahaya matahari dan produksi
biomassa dunia. Hubungan yang erat ini biasanya terlihat dengan lebih jelas
pada komunitas tanaman yang dibudidayakan, seperti tanaman pertanian,
perkebunan, dan tanaman hortikultura (Utami, 2018).
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara
fisik, kimia dan biologi secara integral mampu menunjang produktivitas tanaman
untuk menghasilkan biomassa dan produksi baik tanaman pangan, pakan,
obat-obatan, industri, perkebunan, maupun kehutanan. Secara fisik berfungsi
sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya
tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara sedangkan secara kimiawi
berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (Roni, 2015).
III.
METODE PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2020 pukul
12.40-15.00 WITA, sampai selesai
via Zoom, bertempat di rumah praktikan, Desa Samaenre, kec. Wolo, Kab. Kolaka
dan Kota Kolaka.
B.
Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada
praktikum ini tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1.Alat
dan kegunaanya
|
No |
Alat |
Kegunaan |
|
1 |
2 |
3 |
|
1. |
Polybag |
Untuk
tempat atau wadah penanaman |
|
2. |
Mistar |
Untuk
mengukur tinggi tanaman |
|
3. |
Ember |
Untuk
menampung air |
|
4. |
Cangkul |
Untuk
mengambil tanah |
|
5. |
Botol
Aqua |
Untuk
menyimpan larutan hasil fermentasi sampel |
|
6. |
Alat
Tulis |
Untuk
mencatat hasil pengamatan |
|
7. |
Kertas
Label |
Untuk
memberikan tanda pada polybag |
C.
Bahan
Praktikum
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini tercantum pada Tabel 2.
Tabel 2.Bahan dan kegunaanya
|
No |
Bahan |
Kegunaan |
|
1 |
2 |
3 |
|
1 |
Jagung
(Zea Mays) |
Sebagai
objek pengamatan |
|
2 |
Kacang
Hijau (Vigna Radiata L.) |
Sebagai
objek pengamatan |
|
3 |
Air |
Untuk
menyiram tanaman |
|
4 |
Tanah |
Sebagai
media tanam |
D.
Prosedur Kerja
Prosedur
kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
Jagung
dan Kacang Hijau
-Disediakan
10 polybag berisi tanah
-Dipilih biji jagung dan kacang hijau yang
baik, kemudian rendam dalam air selama 24 jam
-Biji jagung dan kacang hijau ditanam pada polybag dengan jumlah masing-masing 1,
2, 4, 6, dan 8
- 5 polybag
disimpan di halaman rumah dengan intensitas cahaya tidak langsung dan 5 polybag lainnya disimpan di alam terbuka
-Dilakukan penyiraman setiap hari pada polybag yang disimpan dirumah kaca,
sedangkan yang di alam terbuka dibiarkan secara alami
-Pengamatan dilakukan setiap hari sampai
tanaman berumur 4 minggu, dan diukur tinggi serta biomassa tanaman selama 4
minggu pengamatan
-Setelah 4 minggu, tanaman ditimbang bobot
basah dan keringnya (tanpa akar)
-Bandingkan bobot yang tinggi tanaman yang
ditanam di halaman rumah dengan tanaman yang ditanam di alam terbuka
-Dicatat data faktor lingkungan (temperature
udara, pH, cahaya) yang ada dirumah kaca dan alam terbuka
Hasil
Pengamatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Hasil
pengamatan pada praktikum ini tercantum pada tabel di bawah ini :
1.
Hasil Pengamatan Tanaman Jagung
diluar Rumah Kaca
a.
Tanaman Jagung
Tabel 3. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung diluar Rumah Kaca
|
T A N G G A L |
Polybag I |
Polybag II |
Polybag III |
||||||||||||||||||
|
T1 |
T1 |
T2 |
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
5 |
7 |
2 |
6 |
7,5 |
2 |
6 |
9,5 |
2 |
5 |
7,5 |
2 |
1 |
3,5 |
2 |
6,5 |
9,5 |
2 |
4,5 |
6 |
2 |
|
7 |
6,5 |
13 |
2 |
5,5 |
13,5 |
2 |
7 |
16,5 |
2 |
6 |
13,5 |
2 |
3 |
5,5 |
2 |
7,5 |
13,5 |
2 |
5 |
12,5 |
2 |
|
9 |
6,5 |
22,5 |
3 |
8,5 |
21,5 |
3 |
9,5 |
21,5 |
3 |
6 |
20 |
3 |
5 |
13 |
3 |
8,5 |
23 |
3 |
8 |
20 |
3 |
|
11 |
9 |
21 |
3 |
9 |
21 |
3 |
10 |
25 |
3 |
7 |
21,5 |
3 |
5 |
14 |
3 |
9 |
22,5 |
3 |
9 |
21 |
3 |
|
13 |
11 |
23 |
3 |
12 |
23 |
3 |
12 |
26 |
3 |
9 |
22,5 |
3 |
7 |
17 |
3 |
11,5 |
25 |
3 |
11 |
22 |
3 |
|
15 |
13 |
24,5 |
3 |
13 |
25 |
3 |
14 |
27 |
3 |
11 |
23 |
3 |
8 |
18 |
3 |
13 |
26 |
3 |
13 |
24 |
3 |
|
17 |
16 |
27 |
4 |
14 |
28 |
4 |
15 |
28,5 |
4 |
12,5 |
24 |
3 |
9 |
19,5 |
3 |
14 |
29 |
4 |
15 |
25 |
3 |
|
19 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
21 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
23 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
25 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
27 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Tabel. 3 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag IV |
Polybag V |
|||||||||||||||||||
|
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T1 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
7 |
7 |
2 |
9 |
1,3 |
3 |
9,5 |
1,7 |
2 |
9,5 |
1,6 |
2 |
7 |
1,5 |
2 |
7 |
1,6 |
3 |
8,5 |
1,4 |
3 |
|
7 |
7,2 |
7,2 |
2 |
9,2 |
1,5 |
3 |
9,7 |
1,9 |
2 |
9,7 |
1,8 |
2 |
7,2 |
1,7 |
2 |
7,3 |
1,8 |
3 |
8,7 |
1,6 |
2 |
|
9 |
7,5 |
7,4 |
2 |
9,4 |
1,7 |
3 |
9,9 |
2 |
2 |
9,9 |
2 |
2 |
7,4 |
2 |
2 |
7,5 |
1,9 |
3 |
8,9 |
1,8 |
2 |
|
11 |
7,8 |
7,6 |
2 |
9,6 |
1,8 |
3 |
10 |
2,3 |
2 |
10 |
2,2 |
2 |
7,6 |
2,3 |
2 |
7,7 |
2 |
3 |
9 |
2 |
2 |
|
13 |
8,0 |
7,8 |
3 |
9,8 |
2 |
3 |
10,2 |
2,5 |
5 |
10,2 |
2,4 |
5 |
7,8 |
2,5 |
2 |
7,9 |
2,3 |
3 |
9,3 |
2,3 |
2 |
|
15 |
8,2 |
8 |
3 |
10 |
2,1 |
4 |
10,4 |
2,7 |
5 |
10,4 |
2,6 |
5 |
8 |
2,7 |
5 |
8 |
2,5 |
3 |
9,5 |
2,5 |
2 |
|
17 |
8,4 |
8,2 |
3 |
10,3 |
2,3 |
4 |
10,6 |
2,9 |
5 |
10,6 |
2,8 |
5 |
8,3 |
3 |
5 |
8,3 |
2,7 |
4 |
9,7 |
2,7 |
5 |
|
19 |
8,6 |
8,4 |
3 |
10,5 |
2,5 |
4 |
10,8 |
3 |
5 |
10,8 |
3 |
5 |
8,5 |
3,2 |
5 |
8,5 |
2,9 |
4 |
9,9 |
3 |
5 |
|
21 |
8,9 |
8,6 |
3 |
10,7 |
2,7 |
4 |
11 |
3,2 |
5 |
11 |
3,3 |
5 |
8,7 |
3,4 |
5 |
8,7 |
3 |
4 |
10 |
3,3 |
5 |
|
23 |
9,3 |
8,8 |
4 |
10,8 |
3 |
4 |
11,2 |
3,4 |
8 |
11,5 |
3,5 |
5 |
8,9 |
3,6 |
5 |
8,9 |
3,3 |
5 |
10,3 |
3,5 |
5 |
|
25 |
9,5 |
9 |
4 |
11 |
3,3 |
6 |
11,4 |
3,6 |
8 |
11,7 |
3,7 |
8 |
9 |
3,8 |
8 |
9 |
3,5 |
5 |
10,7 |
3,7 |
8 |
|
27 |
9,8 |
9,2 |
6 |
11,2 |
3,5 |
6 |
11,6 |
3,8 |
8 |
11,9 |
3,9 |
8 |
9,1 |
4 |
8 |
9,3 |
3,7 |
6 |
10,8 |
3,9 |
8 |
|
29 |
9,8 |
9,4 |
6 |
11,4 |
3,7 |
6 |
11,8 |
4 |
8 |
12 |
4 |
8 |
9,3 |
4,1 |
8 |
9,5 |
4 |
8 |
11 |
4 |
8 |
Tabel. 3 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag V |
||||||||||||||||||||
|
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T7 |
T8 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
9 |
1,6 |
2 |
10 |
1,6 |
2 |
8,5 |
11 |
2 |
9 |
1,7 |
2 |
9 |
1,9 |
2 |
- |
- |
- |
9,3 |
2,2 |
2 |
|
7 |
9,2 |
1,8 |
2 |
10,2 |
1,8 |
2 |
8,7 |
0,7 |
2 |
9,3 |
1,9 |
2 |
9,2 |
2 |
2 |
- |
- |
- |
9,5 |
0,4 |
2 |
|
9 |
9,4 |
1,9 |
2 |
10,4 |
2 |
2 |
8,9 |
0,8 |
2 |
9,5 |
2 |
2 |
9,4 |
2,3 |
2 |
- |
- |
- |
9,7 |
0,6 |
2 |
|
11 |
9,6 |
2 |
2 |
10,6 |
2,3 |
2 |
9 |
1 |
2 |
9,7 |
2,3 |
2 |
9,6 |
2,5 |
2 |
- |
- |
- |
10 |
0,8 |
2 |
|
13 |
9,8 |
2,3 |
2 |
10,8 |
2,5 |
2 |
9,2 |
1,2 |
2 |
10 |
2,5 |
3 |
9,8 |
2,7 |
2 |
- |
- |
- |
10,2 |
0,9 |
2 |
|
15 |
10 |
2,5 |
3 |
11 |
2,7 |
5 |
9,4 |
1,3 |
3 |
10,2 |
2,7 |
3 |
10 |
2,9 |
5 |
- |
- |
- |
10,4 |
1 |
5 |
|
17 |
10,3 |
2,7 |
3 |
11,3 |
2,9 |
5 |
9,6 |
1,4 |
3 |
10,4 |
2,9 |
3 |
10,3 |
3 |
5 |
- |
- |
- |
10,6 |
1,3 |
5 |
|
19 |
10,5 |
3 |
3 |
11,5 |
3 |
5 |
9,8 |
1,5 |
3 |
10,6 |
3 |
4 |
10,5 |
3,2 |
5 |
- |
- |
- |
10,8 |
1,5 |
5 |
|
21 |
10,7 |
3,2 |
3 |
11,7 |
3,2 |
5 |
10 |
1,7 |
3 |
10,8 |
3,2 |
4 |
10,7 |
3,4 |
6 |
- |
- |
- |
11 |
1,7 |
5 |
|
23 |
10,9 |
3,4 |
5 |
11,9 |
3,4 |
5 |
10,3 |
1,8 |
4 |
11 |
3,4 |
4 |
10,9 |
3,6 |
6 |
- |
- |
- |
11,3 |
1,8 |
5 |
|
25 |
11 |
3,6 |
5 |
12 |
3,6 |
8 |
10,5 |
1,9 |
4 |
11,3 |
3,6 |
4 |
11 |
3,8 |
6 |
- |
- |
- |
11,5 |
2 |
6 |
|
27 |
11,3 |
3,8 |
5 |
12,2 |
3,8 |
8 |
10,7 |
2 |
4 |
11,5 |
3,8 |
5 |
11,2 |
4 |
6 |
- |
- |
- |
11,7 |
2,3 |
6 |
|
29 |
11,5 |
4 |
6 |
12,4 |
4 |
8 |
10,9 |
2,2 |
4 |
11,7 |
4 |
5 |
11,4 |
4,2 |
6 |
- |
- |
- |
11,9 |
2,5 |
6 |
2.
Hasil Pengamatan Tanaman Jagung
didalam Rumah Kaca
b.
Tanaman Jagung
Tabel 4. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung didalam Rumah
Kaca
|
T A N G G A L |
Polybag I |
Polybag II |
Polybag III |
||||||||||||||||||
|
T1 |
T1 |
T2 |
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LB |
JD |
|
|
5 |
5 |
1,9 |
2 |
2,5 |
1,3 |
2 |
3 |
1,5 |
2 |
3,2 |
1,5 |
2 |
3,5 |
1,4 |
2 |
4 |
1,6 |
2 |
4 |
1,5 |
2 |
|
7 |
5,2 |
2 |
2 |
2,7 |
5 |
2 |
3,2 |
1,7 |
2 |
3,4 |
1,7 |
2 |
3,7 |
1,6 |
2 |
4,2 |
1,8 |
2 |
4,2 |
1,7 |
2 |
|
9 |
5,4 |
2,2 |
2 |
2,9 |
7 |
2 |
3,4 |
1,9 |
2 |
3,6 |
1,9 |
2 |
3,9 |
1,8 |
2 |
4,4 |
2 |
2 |
4,4 |
1,9 |
2 |
|
11 |
5,6 |
2,4 |
2 |
3 |
9 |
2 |
3,6 |
2 |
2 |
3,8 |
2 |
2 |
4 |
2 |
2 |
4,6 |
2,2 |
2 |
4,6 |
2 |
2 |
|
13 |
5,8 |
2,6 |
2 |
3,2 |
2 |
2 |
3,8 |
2,2 |
2 |
4 |
2,3 |
2 |
4,3 |
2,3 |
2 |
4,8 |
2,4 |
2 |
4,8 |
2,3 |
2 |
|
14 |
6 |
2,8 |
2 |
3,4 |
2,2 |
2 |
4 |
2,4 |
2 |
4,2 |
2,5 |
2 |
4,5 |
2,5 |
2 |
5 |
2,6 |
2 |
5 |
2,5 |
2 |
|
15 |
6,3 |
3 |
3 |
3,6 |
4 |
3 |
4,3 |
2,6 |
3 |
4,4 |
2,7 |
3 |
4,7 |
2,7 |
3 |
5,2 |
2,8 |
3 |
5,3 |
2,7 |
3 |
|
17 |
6,5 |
3,3 |
3 |
3, |
6 |
3 |
4,5 |
2,8 |
3 |
4,6 |
2,9 |
3 |
4,9 |
2,9 |
3 |
5,4 |
3 |
3 |
5,5 |
2,9 |
3 |
|
19 |
6,7 |
3,5 |
3 |
3,3 |
8 |
3 |
4,7 |
3 |
3 |
4,8 |
3 |
3 |
5 |
3 |
3 |
5,6 |
3,3 |
3 |
5,7 |
3 |
3 |
|
21 |
6,9 |
3,7 |
3 |
3,5 |
3 |
3 |
4,9 |
3,3 |
3 |
5 |
3,2 |
3 |
5,2 |
3,2 |
3 |
5,8 |
3,5 |
3 |
5,9 |
3,2 |
3 |
|
23 |
7 |
3,9 |
3 |
3,7 |
3,2 |
3 |
5 |
3,5 |
3 |
5,3 |
3,4 |
3 |
5,4 |
3,4 |
3 |
6 |
3,7 |
3 |
6 |
3,4 |
3 |
|
25 |
7,3 |
4 |
4 |
3,9 |
4 |
4 |
5,3 |
3,7 |
4 |
5,5 |
3,6 |
4 |
5,6 |
4,6 |
4 |
6,3 |
3,9 |
4 |
6,2 |
3,6 |
4 |
|
27 |
7,5 |
4,2 |
4 |
4 |
6 |
4 |
5,5 |
3,9 |
4 |
5,7 |
3,8 |
4 |
5,8 |
3,8 |
4 |
6,5 |
4 |
4 |
6,4 |
3,8 |
4 |
|
29 |
7,7 |
4,3 |
4 |
4,2 |
8 |
4 |
5,7 |
4 |
4 |
5,9 |
4 |
4 |
6 |
4 |
4 |
6,7 |
4,2 |
4 |
6,6 |
4 |
4 |
Tabel. 4 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag IV |
Polybag V |
|||||||||||||||||||
|
T1 |
T2 |
T2 |
T4 |
T5 |
T6 |
T1 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LB |
JD |
|
|
5 |
1,7 |
1,5 |
2 |
1 |
|
|
1,1 |
0,2 |
1 |
1,2 |
0,3 |
2 |
1,1 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
7 |
1,9 |
1,6 |
2 |
1,3 |
1 |
1 |
1,4 |
1 |
1 |
1,4 |
0,9 |
2 |
1,3 |
0,3 |
1 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
9 |
2,2 |
1,8 |
2 |
1,5 |
1,2 |
2 |
1,7 |
1,2 |
1 |
1,7 |
1,2 |
3 |
1,5 |
1,1 |
1 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
11 |
2,5 |
2 |
2 |
2 |
1,6 |
2 |
2,3 |
1,6 |
3 |
2 |
1,6 |
3 |
1,8 |
1,9 |
2 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
13 |
2,6 |
2,4 |
3 |
2,3 |
2 |
3 |
2,7 |
2 |
3 |
2,2 |
1,9 |
3 |
2,5 |
2 |
3 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
15 |
3,1 |
2,7 |
4 |
2,6 |
2,4 |
3 |
3 |
2,3 |
3 |
2,7 |
2,2 |
4 |
2,7 |
2,2 |
3 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
17 |
3,3 |
2,9 |
5 |
2,9 |
2,7 |
3 |
3,3 |
2,6 |
4 |
3 |
2,5 |
4 |
3 |
2,5 |
4 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
18 |
3,5 |
3 |
5 |
3,2 |
2,8 |
4 |
3,5 |
2,8 |
4 |
3,3 |
2,7 |
,4 |
3,2 |
2,7 |
4 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
21 |
3,7 |
3,2 |
6 |
3,5 |
2,3 |
5 |
3,8 |
3 |
5 |
3,6 |
2,9 |
5 |
3,6 |
3 |
5 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
23 |
3,9 |
3,5 |
6, |
3,8 |
2,5 |
5 |
4 |
3,3 |
5 |
3,9 |
3,1 |
5 |
3,8 |
3,3 |
5 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
25 |
4,1 |
3,7 |
6 |
4 |
2,8 |
6 |
4,3 |
3,5 |
5 |
4,1 |
3,3 |
6 |
4 |
3,7 |
6 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
27 |
4,4 |
3,9 |
7 |
4,3 |
3 |
6 |
4,6 |
3,7 |
7 |
4,3 |
3,5 |
7 |
4,3 |
3,9 |
6 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
4,7 |
4,2 |
7 |
4,5 |
3,2 |
7 |
4,9 |
3,9 |
8 |
4,6 |
3,7 |
8 |
4,5 |
4 |
8 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Tabel .4 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag V |
||||||||||||||||||||
|
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T7 |
T8 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
7 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
9 |
5,5 |
2 |
3 |
4,6 |
1,8 |
6 |
6,5 |
2,2 |
12 |
7,1 |
2,1 |
18 |
6 |
3,2 |
25 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
11 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
13 |
6,1 |
2,5 |
4 |
4,9 |
2,2 |
6 |
6,8 |
2,5 |
12 |
7,4 |
2,3 |
18 |
6,4 |
3,5 |
26 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
15 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
17 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
19 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
21 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
23 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
25 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
27 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
3. Hasil
Pengamatan Tanaman
Kacang Hijau diluar Rumah Kaca
b.
Tanaman Kacang Hijau
Tabel 5. Hasil Pengamatan
Tanaman Kacang Hijau diluar Rumah Kaca
|
T A N G G A L |
Polybag I |
Polybag II |
Polybag III |
||||||||||||||||||
|
T1 |
T1 |
T2 |
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
2,2 |
0,7 |
2 |
0,3 |
0,2 |
2 |
2 |
0,5 |
2 |
0,2 |
0,2 |
2 |
1,4 |
0,8 |
2 |
1,9 |
0,4 |
2 |
1,3 |
0,4 |
2 |
|
7 |
2,4 |
1,1 |
2 |
0,4 |
0,3 |
2 |
2,7 |
0,7 |
2 |
0,7 |
0,2 |
2 |
1,8 |
1,1 |
2 |
2,4 |
0,9 |
2 |
1,9 |
0,9 |
2 |
|
9 |
3,3 |
1,5 |
2 |
0,6 |
0,4 |
2 |
3,2 |
1 |
2 |
1 |
0,3 |
2 |
2,2 |
1,4 |
2 |
2,9 |
1,2 |
2 |
2,3 |
1 |
2 |
|
11 |
3,8 |
1,7 |
2 |
0,8 |
0,6 |
2 |
3,7 |
1,2 |
2 |
1,4 |
0,4 |
2 |
2,6 |
1,7 |
5 |
3,2 |
1,3 |
2 |
2,8 |
1,3 |
2 |
|
13 |
4,5 |
2 |
5 |
0,9 |
0,7 |
2 |
4,1 |
1,7 |
5 |
1,8 |
0,6 |
2 |
3 |
1,9 |
5 |
3,8 |
1,5 |
5 |
3,2 |
1,5 |
2 |
|
15 |
4,9 |
2,2 |
5 |
1,3 |
0,9 |
2 |
4,8 |
2 |
5 |
2,1 |
0,6 |
2 |
3,4 |
2 |
5 |
4,1 |
1,7 |
5 |
3,6 |
1,6 |
5 |
|
17 |
5,4 |
2,4 |
5 |
1,7 |
1 |
5 |
5,3 |
2,2 |
5 |
2,5 |
0,7 |
2 |
3,8 |
2,2 |
5 |
4,7 |
1,7 |
5 |
3,8 |
1,7 |
5 |
|
19 |
5,6 |
2,5 |
5 |
2 |
1,2 |
5 |
5,9 |
2,5 |
8 |
2,8 |
1 |
5 |
4,2 |
2,3 |
8 |
5,1 |
1,8 |
5 |
4,3 |
1,7 |
5 |
|
21 |
6 |
2,7 |
8 |
2,4 |
1,4 |
5 |
6,4 |
2,6 |
8 |
3 |
1,1 |
5 |
4,7 |
2,4 |
8 |
5,4 |
2 |
8 |
4,7 |
1,8 |
5 |
|
23 |
6,2 |
2,9 |
8 |
3,2 |
1,5 |
8 |
6,9 |
2,9 |
8 |
3,3 |
1,3 |
5 |
5,1 |
2,6 |
8 |
5,8 |
2,1 |
8 |
5,1 |
2 |
8 |
|
25 |
6,6 |
3 |
8 |
3,8 |
1,7 |
8 |
7,4 |
3 |
11 |
3,6 |
1,5 |
5 |
5,8 |
2,7 |
11 |
6,2 |
2,3 |
8 |
5,7 |
2,1 |
8 |
|
27 |
7 |
3,2 |
11 |
4,5 |
1,8 |
11 |
7,8 |
3,2 |
11 |
4,2 |
1,8 |
5 |
6,2 |
2,9 |
11 |
6,5 |
2,4 |
8 |
6,1 |
2,3 |
8 |
|
29 |
7,2 |
3,4 |
11 |
5,1 |
2,1 |
11 |
8,3 |
3,4 |
11 |
4,8 |
2 |
8 |
6,9 |
3 |
11 |
6,8 |
2,6 |
8 |
6,7 |
2,5 |
11 |
Tabel. 5 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag IV |
Polybag V |
|||||||||||||||||||
|
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T1 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
2,4 |
0,4 |
2 |
2 |
0,6 |
2 |
2,2 |
0,6 |
2 |
2,1 |
0,3 |
2 |
2,4 |
0,6 |
2 |
2,8 |
0,2 |
- |
2,7 |
0,4 |
2 |
|
7 |
2,8 |
0,7 |
2 |
2,4 |
1,1 |
2 |
2,6 |
0,7 |
2 |
2,6 |
0,5 |
2 |
2,8 |
0,7 |
2 |
3,2 |
0,3 |
2 |
3 |
0,6 |
2 |
|
9 |
3 |
1,1 |
2 |
2,7 |
1,6 |
2 |
2,9 |
0,7 |
2 |
2,9 |
0,8 |
2 |
3 |
0,9 |
2 |
3,5 |
0,5 |
2 |
3,4 |
0,8 |
2 |
|
11 |
3,4 |
1,3 |
2 |
3,4 |
1,9 |
2 |
3,2 |
0,9 |
2 |
3,2 |
1,1 |
2 |
3,4 |
1 |
2 |
3,7 |
0,6 |
2 |
3,8 |
0,9 |
2 |
|
13 |
3,8 |
1,4 |
5 |
3,9 |
2 |
5 |
3,5 |
1 |
5 |
3,5 |
1,2 |
5 |
3,8 |
1,2 |
2 |
3,9 |
0,7 |
2 |
4,1 |
1 |
5 |
|
15 |
4,1 |
1,4 |
5 |
4,3 |
2,3 |
5 |
3,8 |
1,1 |
5 |
3,8 |
1,3 |
5 |
4,1 |
1,5 |
5 |
4,2 |
1 |
2 |
4,2 |
1,1 |
5 |
|
17 |
4,4 |
1,5 |
5 |
5,8 |
2,3 |
5 |
4,1 |
1,2 |
5 |
4 |
1,4 |
5 |
4,5 |
1,7 |
5 |
4,4 |
1,2 |
5 |
4,6 |
1,2 |
5 |
|
19 |
4,7 |
1,6 |
5 |
6,1 |
2,4 |
8 |
4,4 |
1,4 |
5 |
4,2 |
1,5 |
5 |
4,7 |
1,9 |
5 |
4,6 |
1,3 |
5 |
4,9 |
1,3 |
8 |
|
21 |
4,9 |
1,7 |
5 |
6,6 |
2,5 |
8 |
4,6 |
1,5 |
8 |
4,5 |
1,5 |
5 |
4,9 |
1,9 |
5 |
4,9 |
1,5 |
5 |
5 |
1,5 |
8 |
|
23 |
5 |
1,9 |
5 |
7,1 |
2,6 |
8 |
4,8 |
1,6 |
8 |
4,8 |
1,6 |
5 |
5,2 |
2 |
5 |
5,2 |
1,6 |
5 |
5,4 |
1,6 |
8 |
|
25 |
5,6 |
2,1 |
8 |
7,4 |
2,7 |
11 |
5,2 |
1,8 |
8 |
5 |
1,7 |
8 |
5,6 |
2,1 |
8 |
5,4 |
1,8 |
8 |
5,8 |
1,8 |
8 |
|
27 |
6,1 |
2,2 |
8 |
7,8 |
2,7 |
11 |
5,8 |
2 |
8 |
5,3 |
1,9 |
8 |
5,9 |
2,2 |
8 |
5,8 |
1,9 |
8 |
6 |
1,9 |
11 |
|
29 |
6,5 |
2,4 |
8 |
8,2 |
2,8 |
11 |
6,3 |
2,3 |
11 |
5,8 |
2,3 |
8 |
6,2 |
2,4 |
8 |
6,2 |
2,1 |
8 |
6,4 |
2,1 |
11 |
Tabel. 5 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag V |
||||||||||||||||||||
|
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T7 |
T8 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
2,1 |
0,2 |
2 |
2,4 |
0,3 |
2 |
2,7 |
0,4 |
2 |
3,1 |
0,6 |
2 |
3,4 |
0,5 |
2 |
3 |
0,4 |
2 |
2,7 |
0,3 |
2 |
|
7 |
2,6 |
0,3 |
2 |
2,7 |
0,5 |
2 |
2,9 |
0,5 |
2 |
3,4 |
0,9 |
2 |
3,7 |
0,6 |
2 |
3,2 |
0,5 |
2 |
2,9 |
0,5 |
2 |
|
9 |
3 |
0,4 |
2 |
3 |
0,6 |
2 |
3,2 |
0,7 |
2 |
3,9 |
1 |
2 |
4 |
0,8 |
2 |
3,5 |
0,6 |
2 |
3,2 |
0,7 |
2 |
|
11 |
3,6 |
0,6 |
2 |
3,4 |
0,7 |
2 |
3,5 |
0,9 |
2 |
4,3 |
1,1 |
2 |
4,1 |
1 |
2 |
3,7 |
0,8 |
2 |
3,6 |
0,9 |
2 |
|
13 |
4,5 |
0,7 |
2 |
3,6 |
0,8 |
5 |
3,8 |
1 |
2 |
4,6 |
1,1 |
2 |
4,8 |
1,1 |
2 |
3,9 |
0,9 |
2 |
3,9 |
1,1 |
2 |
|
15 |
5,2 |
0,8 |
5 |
3,9 |
0,9 |
5 |
4 |
1,2 |
5 |
4,8 |
1,2 |
5 |
5,1 |
1,4 |
5 |
4,1 |
1 |
2 |
4,2 |
1,2 |
5 |
|
17 |
6 |
0,9 |
5 |
4,2 |
1,1 |
5 |
4,3 |
1,3 |
5 |
5 |
1,3 |
5 |
5,4 |
1,5 |
5 |
4,5 |
1,2 |
5 |
4,5 |
1,3 |
5 |
|
19 |
6,5 |
1,1 |
5 |
4,6 |
1,2 |
5 |
4,6 |
1,4 |
5 |
5,2 |
1,4 |
5 |
5,7 |
1,6 |
5 |
4,6 |
1,3 |
5 |
4,7 |
1,5 |
5 |
|
21 |
6,9 |
1,2 |
5 |
4,9 |
1,3 |
5 |
4,9 |
1,6 |
5 |
5,6 |
1,5 |
5 |
6 |
1,8 |
8 |
4,9 |
1,4 |
5 |
4,9 |
1,8 |
5 |
|
23 |
7,5 |
1,3 |
8 |
5,3 |
1,4 |
8 |
5,2 |
1,7 |
5 |
5,9 |
1,7 |
8 |
6,3 |
2,1 |
8 |
5 |
1,6 |
5 |
5,3 |
1,9 |
8 |
|
25 |
7,7 |
1,5 |
8 |
5,6 |
1,6 |
8 |
5,4 |
1,9 |
8 |
6,2 |
2 |
8 |
6,5 |
2,2 |
8 |
5,1 |
1,8 |
8 |
5,6 |
2 |
8 |
|
27 |
7,9 |
1,6 |
8 |
6 |
1,7 |
8 |
5,8 |
2,1 |
8 |
6,5 |
2,2 |
8 |
6,8 |
2,4 |
8 |
5,4 |
1,9 |
8 |
5,9 |
2,2 |
8 |
|
29 |
8,4 |
1,7 |
8 |
6,4 |
1,9 |
8 |
6,1 |
2,3 |
8 |
6,9 |
2,3 |
8 |
7 |
2,6 |
8 |
5,7 |
2,1 |
8 |
6,4 |
2,6 |
8 |
4. Hasil
Pengamatan Tanaman
Kacang Hijau didalam Rumah Kaca
d. Tanaman Kacang
Hijau
Tabel 6. Hasil Pengamatan
Tanaman Kacang Hijau didalam Rumah Kaca
|
T A N G G A L |
Polybag I |
Polybag II |
Polybag III |
||||||||||||||||||
|
T1 |
T1 |
T2 |
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
14,1 |
0,6 |
2 |
- |
- |
- |
18,2 |
0,9 |
2 |
14,6 |
0,7 |
2 |
16,6 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
16,5 |
0,8 |
2 |
|
7 |
18,1 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
20,1 |
0,9 |
2 |
16,3 |
0,8 |
2 |
18,1 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
17,8 |
0,8 |
2 |
|
9 |
20,4 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
22 |
0,9 |
2 |
17,8 |
0,8 |
2 |
19,9 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
19,1 |
0,8 |
2 |
|
11 |
21,8 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
23,6 |
0,9 |
2 |
19,1 |
0,8 |
2 |
21 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
19,9 |
0,8 |
2 |
|
13 |
23 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
24,9 |
0,9 |
2 |
20,5 |
0,8 |
2 |
22,1 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
20,9 |
0,8 |
2 |
|
15 |
25,3 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
26,2 |
0,9 |
2 |
22,5 |
0,8 |
2 |
23,6 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
22,5 |
0,8 |
2 |
|
17 |
26,8 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
27,9 |
0,9 |
2 |
24,1 |
0,8 |
2 |
25,3 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
23,7 |
0,8 |
2 |
|
19 |
27,9 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
28,5 |
0,9 |
2 |
25,6 |
0,8 |
2 |
26,5 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
25,3 |
0,8 |
2 |
|
21 |
29 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
29,1 |
0,9 |
2 |
26,7 |
0,8 |
2 |
27,7 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
26,8 |
0,8 |
2 |
|
23 |
29,2 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
29,3 |
0,9 |
2 |
28,1 |
0,8 |
2 |
28,5 |
0,8 |
2 |
- |
- |
-- |
28,1 |
0,8 |
2 |
|
25 |
29,5 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
29,7 |
0,9 |
2 |
28,5 |
0,8 |
2 |
29,1 |
0,8 |
2 |
- |
- |
- |
29,4 |
0,8 |
2 |
|
27 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Tabel. 6 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag IV |
Polybag V |
|||||||||||||||||||
|
T1 |
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T1 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
15,2 |
0,7 |
2 |
17,2 |
0,8 |
2 |
14,3 |
0,8 |
2 |
16,9 |
0,6 |
2 |
17,4 |
0,8 |
2 |
16,3 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
7 |
16,7 |
0,8 |
2 |
18 |
0,9 |
2 |
15,9 |
0,8 |
2 |
18,1 |
0,7 |
2 |
18,1 |
0,8 |
2 |
17,5 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
9 |
18 |
0,8 |
2 |
19,1 |
0,9 |
2 |
17,2 |
0,8 |
2 |
19,5 |
0,7 |
2 |
19,3 |
0,8 |
2 |
18,9 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
11 |
19,7 |
0,8 |
2 |
20,3 |
0,9 |
2 |
18,7 |
0,8 |
2 |
20,9 |
0,7 |
2 |
20,4 |
0,8 |
2 |
20 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
13 |
20,9 |
0,8 |
2 |
21,7 |
0,9 |
2 |
19,9 |
0,8 |
2 |
21,6 |
0,7 |
2 |
21,9 |
0,8 |
2 |
21,7 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
15 |
22,8 |
0,8 |
2 |
23,2 |
0,9 |
2 |
22,2 |
0,8 |
2 |
23,2 |
0,7 |
2 |
23,7 |
0,8 |
2 |
23,5 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
17 |
24,5 |
0,8 |
2 |
24,1 |
0,9 |
2 |
23,1 |
0,8 |
2 |
24,3 |
0,7 |
2 |
24,6 |
0,8 |
2 |
24,8 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
18 |
26,7 |
0,8 |
2 |
25 |
0,9 |
2 |
24,5 |
0,8 |
2 |
26,3 |
0,7 |
2 |
25,2 |
0,8 |
2 |
25,6 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
21 |
27,5 |
0,8 |
2 |
26,5 |
0,9 |
2 |
25,6 |
0,8 |
2 |
27,5 |
0,7 |
2 |
27 |
0,8 |
2 |
26,3 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
23 |
28,4 |
0,8 |
2 |
28,2 |
0,9 |
2 |
26,8 |
0,8 |
2 |
28,7 |
0,7 |
2 |
28,8 |
0,8 |
2 |
28 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
25 |
29,6 |
0,8 |
2 |
29,3 |
0,9 |
2 |
29,1 |
0,8 |
2 |
29,8 |
0,7 |
2 |
29,7 |
0,8 |
2 |
29,2 |
0,9 |
2 |
- |
- |
- |
|
27 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Tabel. 6 Lanjutan
|
T A N G G A L |
Polybag V |
||||||||||||||||||||
|
T2 |
T3 |
T4 |
T5 |
T6 |
T7 |
T8 |
|||||||||||||||
|
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LB |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
TB |
LD |
JD |
|
|
5 |
13,3 |
0,8 |
2 |
12,2 |
0,8 |
2 |
15 |
0,8 |
2 |
9,8 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
10,2 |
0,5 |
2 |
11,7 |
0,8 |
2 |
|
7 |
15 |
0,8 |
2 |
13,5 |
0,8 |
2 |
15,9 |
0,8 |
2 |
10,3 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
11,5 |
0,6 |
2 |
12,5 |
0,8 |
2 |
|
9 |
16,1 |
0,8 |
2 |
14,7 |
0,8 |
2 |
16,5 |
0,8 |
2 |
12 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
12,9 |
0,6 |
2 |
13,8 |
0,8 |
2 |
|
11 |
17,5 |
0,8 |
2 |
15,3 |
0,8 |
2 |
17,8 |
0,8 |
2 |
12,7 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
14 |
0,6 |
2 |
15 |
0,8 |
2 |
|
13 |
18,8 |
0,8 |
2 |
16,4 |
0,8 |
2 |
18,8 |
0,8 |
2 |
13,9 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
14,8 |
0,6 |
2 |
16,9 |
0,8 |
2 |
|
15 |
20,4 |
0,8 |
2 |
18,5 |
0,8 |
2 |
20,3 |
0,8 |
2 |
15,5 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
16,4 |
0,6 |
2 |
18,3 |
0,8 |
2 |
|
17 |
22 |
0,8 |
2 |
20 |
0,8 |
2 |
21,8 |
0,8 |
2 |
17 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
17,9 |
0,6 |
2 |
19,8 |
0,8 |
2 |
|
19 |
23,6 |
0,8 |
2 |
21,5 |
0,8 |
2 |
23 |
0,8 |
2 |
18,5 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
19,1 |
0,6 |
2 |
20,7 |
0,8 |
2 |
|
21 |
24,8 |
0,8 |
2 |
22,8 |
0,8 |
2 |
24,5 |
0,8 |
2 |
19,8 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
20,3 |
0,6 |
2 |
22 |
0,8 |
2 |
|
23 |
25,9 |
0,8 |
2 |
23,7 |
0,8 |
2 |
25,7 |
0,8 |
2 |
21,5 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
21,5 |
0,6 |
2 |
23,1 |
0,8 |
2 |
|
25 |
27 |
0,8 |
2 |
25,8 |
0,8 |
2 |
29 |
0,8 |
2 |
22,8 |
0,7 |
2 |
- |
- |
- |
23,1 |
0,6 |
2 |
24,8 |
0,8 |
2 |
|
27 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
29 |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Keterangan :
T1 : Tanaman 1
LD :
Lebar Daun (cm)
JD :
Jumlah Daun (cm)
TB :
Tinggi Batang (cm)
B.
Pembahasan
Ekologi merupakan ilmu yang yang mempelajari bagaimana
reaksi dari organisme atau individu atau kelompok individu terhadap lingkungan
atau lingkungan terhadap individu kelompok. Ekologi dalam lingkup tanaman
adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman (tumbuhan
yang dibudidayakan) dengan lingkungan. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas dua
kelompok yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan hidup tanaman
merupakan kondisi dimana syarat tumbuh tanaman dipenuhi dimana kombinasi antara
kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi
surya, mineral yang dibutuhkan tanaman tersedia.
Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah
beras yang memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai jenis
bahan makanan, bahan pakan ternak dan
bahan baku industri. Tanaman jagung termasuk golongan Spermatophyta (tumbuhan berbiji), kelas Monocotyledone (tumbuhan berkeping satu), ordo Graminae (suku padi-padian), dan familia Graminaceae serta genus Zea.
Nama latin Zea Mays. Jagung telah
menjadi komoditas perdagangan dunia. Jagung
dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, asal ketersediaan air dan hara tercukupi
dan akar mampu tumbuh dengan baik menancap ditanah. Perakaran jagung tidak
dalam sehingga lapisan tanah yang ditanami jagung tidak boleh keras. Menurut
Subekti (2014), Jagung (Zea mays. L)
adalah tanaman semusim dan termasuk jenis padi-padian (graminae) yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan
munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Batang
jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku,
berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu
tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman
hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan
dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu.
Kacang hijau (Vigna
radiata) adalah sejenis tanaman palawija yang dijadikan sebagai tanaman
pangan karena kandungan gizi yang terkandung dalam bijinya, tanaman kacang
hijau lebih eksis dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan kacang hijau termasuk
suku polong-polongan (Fabaceae) memiliki
banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan
berprotein nabati tinggi. Kacang hijau
termasuk ke dalam jenis kacang-kacangan yang merupakan sumber protein yang
sangat baik, rendah lemak, dan mengandung banyak serat serta antioksidan.
Kacang hijau juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat menunjang kehidupan
masyarakat Indonesia. Hal ini sesuai dengan literatur Rukmana (Tetik dan Fallo,
2016) Manfaat kacang hijau sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia yaitu
Bahan pangan (bubur, sayur dan kue-kue), penunjang gizi dalam 100 g biji
kering, kacang hijau terkandung 10,7 % air, karbohidrat 1,19 g, serat kasar 118
mg, kalsium 340 mg, pospor 7,7 mg, besi 6 mg, sodium 1,027 mg, kalium 77,3 mg,
vitamin A 0,38 mg, Thiamine 0,21 mg dan riboflavin 2,6 mg, peningkatan
pendapatan petani (nilai ekonomi tinggi), penunjang kesehatan (baik penderita
penyakit beri-beri berkhasiat sebagai anti sterilitas), dan menunjang kesuburan
tanah.
Prosedur kerja pada praktkum ini adalah menyediakan
10 polybag yang diisi tanah tanpa
menambahkan pupuk, alasan tidak menambahkan pupuk karena tanah merupakan indikator
pengamatan, pada praktikum ini adalah lingkungan hidup tempat tumbuh tanaman. Langkah
selanjutnya adalah memilih kacang hijau dan jagung yang baik dengan merendamnya
diair jika biji kacang hijau dan jagung tenggelam maka kualitas kacang hijau dan
jagung baik dan dapat ditanam, setelah memilih biji yang baik dilakukan
perendaman selama 24 jam yang dimaksutkan agar kecambah dapat memunculkan
akarnya agar dapat dipilih lagi biji yang baik ditanam dan mempercepat proses
pertumbuhan.
Penanaman biji jagung dan biji kacang hijau pada polybag dilakukan dengan masing-masing polybag 1 sampai 5 diisi dengan biji berturut-turut
sebanyak 1, 2, 4, 6 dan 8 yang diulangi untuk menguji pengaruh jarak tanaman
terhadap pertumbuhan tanaman di masing-masing polybag. Setelah penanaman kacang hijau atau jagung polybag dipisah dan ditempatkan pada
halaman rumah yang terhindar sinar matahari langsung dan pada alam terbuka ini
alasan perlakuan pada polybag ini
adalah untuk menguji pengaruh intensitas caaya terhadap pertumbuhan tanaman di
masing-masing tempat. Penyiraman polybag dilakukan secara berbeda ada yang di
halaman rumah dilakukan penyiraman setiap hari sedangkan yang di alam terbuka
tidak dilakukan penyiraman ini dimaksutkan untuk menguji pengaruh pemberian air
terhadap tanaman yang ditanaman ditempat berbeda.
Pengamatan dilakukan setiap hari selama 4 minggu
dengan mengukur tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun dan setelah 4 minggu
tanaman di ukur berak kering dan basahnya tampa akar yang kemudian membandingkan
bobot kedua tanaman untuk mengukur pengaruh penanaman halaman rumah dengan
intensitas cahaya matahari tidak langsung dengan di alam terbuka terhadap
pertumbuhan tanaman yang kemudian menjadi indikator pengamatan pada praktikum
ini. Setelah pengamatan dicatat faktor lingkungan, yaitu suhu lingkungan, ph
tanah dan intensitas cahaya matahari di polybag
di halaman rumah dan di alam terbuka.
Berdasarkan hasil pengamatan tanaman diketahui bahwa
faktor lingkungan sangat memepengaruhi petumbuhan tanaman. Menurut Purwanti (2017), Keberhasilan perkembangbiakan
tanaman dengan cara cabutan alam dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor
dari tanaman itu sendiri. Faktor lingkungan terdiri dari media tumbuh, suhu,
kelembaban, intensitas cahaya matahari dan lain – lain. Faktor dari tanaman
diantaranya berupa sifat genetik dari tanaman tersebut.
Penyinaran
dengan cahaya matahari langsung akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. pertumbuhan
tanaman yang disinari cahaya matahar yang akan lebih lambat dibandingkan
tanaman yang tidak mendapat penyinaran cahaya matahari langsung. Tanaman yang
disimpan di alam terbuka mengalami pertumbuhan lambat karena hormon auksin atau
biasa disebut hormon pertumbuhan mengalami keterhambatan akibat cahaya matari,
sedangkan pada tanaman yang disimpan di halaman rumah dengan intesitas cahaya
matahari rendah mengalami pertumbuhan yang cepat karena hormon auksin dapat
bekerja maksimal. Hormon auksin adalah hormone yang berperan dalam pertumbuhan
tanaman. Menurut Alpriyan dan Karyawati (2018) hormon auksin merupakan hormon
yang memiliki kemampuan mempercepat pemanjangan sel pada sel pucuk, akar, pertumbuhan
batang, mempercepat perkecambahan, membantu proses perkecambahan, membantu
proses pembelahan sel dan mempercepat pemasakan buah.
Percobaan ini dapat dibuktikan bahwa tanaman yang
ditaruh di tempat yang gelap akan menjadi kurus dan berbatang panjang atau
kerempeng. Sedangkan, tanaman yang tumbuh dengan intentitas cahaya langsung
akan tampak pendek, kokok, dan berbatang hijau. Tanaman
yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami pelambatan perkembangan daun.
Sebaliknya, tanaman di tempat gelap akan tumbuh dengan diameter lebih kecil dan
warnanya pucat. Sinar pancaran sinar matahari juga sangat mempengaruhi
warna-warni dedaun tanaman. Pemanjangan
sel-sel batang yang berlebihan disebabkan oleh ketidaknormalan tingginya
kandungan auksin dan etilen (hormon-hormon pengatur pertumbuhan tanaman)
Sedangkan, warna pucat pada batang yang
ditumbuhkan di tempat yang gelap disebabkan oleh kekurangan kloroplas.
Kloroplas adalah struktur sel yang berkembang dari struktur sel yang kecil,
tidak berwarma yang disebut proplastid. Menurut Widiastuti (2014), Semakin
besar tingkat naungan (semakin kecil intensitas cahaya yang diterima tanaman)
maka suhu udara rendah, kelembaban udara semakin tinggi. Kelembaban udara yang
terlalu rendah dan terlalu tinggi akan menghambat pertumbuhan dan pembungaan
tanaman. Kelembaban udara dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena dapat
mempengaruhi proses fotosintesis. Laju fotosintesis meningkat dengan
meningkatnya kelembaban udara sekitar tanaman.
Pertumbuhan tanaman ditempat yang tidak menerima
cahaya matahari langsung akan mengalami kegagalan fungsi organ karena tidak
dapat terjadinya metabolisme karena kurangnya komponen pembentuk makanan yaitu
cahaya matahari, ini dapat dilihat dari pertambahan luas daun yang kecil pada
tanaman karena tidak adanya faktor pendukung yang dapat mendukung laju
pertambahan luas daun yaitu cahaya matahari. Menurut Fanindi (2010), cahaya
yang redup akan mengakibatkan lambatnya laju fotosintesis, sehingga dapat
menghambat proses pertumbuhan salah satunya adalah penambahan luas daun. Luas
daun berpengaruh terhadap kapasitas penangkapan cahaya. Cahaya dibawah optimum
akan menyebabkan jumlah cabang menurun dan berakibat pada karakteristik daun
salah satunya adalah luas daun.
Jarak
tumbuh tanaman juga berpengaruh pada laju pertumbuhan tanaman dapat dilihat
pertumbuhan tanamana di polybag 5 yang memiliki 8 tanaman memiliki laju
pertumbuhan tanaman yang lebih rendah daripada polybag 1 dengan jumlah tanaman,
hal ini disebabkan oleh kurangnya unsur hara dari polybag dan perebutan unsur
hara antar tanaman. Hal ini sesuai dengan jurnal Erwin (2015), Faktor lingkungan
yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah antara lain iklim, tanah, cuaca,
pH tanah, intensitas cahaya matahari dan gangguan hama penyakit, sementara peranan
jarak tanam dalam pertumbuhan tanaman adalah untuk menjaga adanya persaingan
dalam perebutan makanan (unsur hara) yang diperlukan setiap individu tanaman.
V.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Simpulan yang dapat diambil dari praktikum ini
adalah sebagai berikut:
1. Perbedaan lingkungan tempat tumbuh tanaman sangat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang tumbuh ditempat yang tidak
menerima cahaya matahari langung pertumbuhannya akan buruk dan kemudian mati
sedangkan pada tanaman yang menerima cahaya matahri langsung pertumbuhannya
akan baik ini di pengaruhi oleh kebutuhan cahaya matahari untuk fotosistesis
tanaman.
2. Intensitas cahaya matahari sangat berpengaruh
terhadap efesiensi fotosistesis tanaman palawija. Penyesuaian intensitas cahaya
matahari pada tanaman berakibat pada produktifitas tanaman dan pembentukan akar dan pucuk karena dipengaruhi
oleh hormone pertumbuhan yaitu hormon auksin dan hormone sitokonin.
B.
Saran
Saran
saya setelah mengikuti praktikum ini adalah:
1.
Untuk
praktikan agar selalu memperhatikan asisten ketika menjelaskan perihal
praktikum.
2.
Untuk
asisten pembimbing agar selalu memperhatikan kesehatan supaya dapat membimbing
praktikan dengan baik.
3. Untuk laboratorium agar selalu menjaga
kebersihan laboratorium dan selalu menciptakan rasa aman dan nyaman.
DAFTAR PUSTAKA
Alpriyan, D. dan Satyana, K., 2018, Pengaruh
Konsentrasi Lama Perendaman Hormon Auksin pada Bibit Tebu (Saccharum Officinarium L.) Teknik Bud Chip, Jurnal Produksi Tanaman, 6(7): 1354-1362.
Anti, W. O., 2018, Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau ( Phaseolus Radiatus L.) pada Berbagai
Jarak Tanam dan Dosis Bokashi Kotoran Sapi, Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(2):
105-115.
Erwin, S., Ramli dan Adrianto, 2015, Pengaruh Berbagai
Jarak Tanam pada Pertumbuhan dan Produksi Kubis (Brassica Oleracea L.) di Dataran Menengah Desa Bobo Kecamatan
Palolo Kabupaten Sigi, Agrotekbis, 3(4): 491-497.
Fanindi, A.,
B.R. Prawiradiputra dan Abdullah, 2010, Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap
Produksi Hijauan dan Benih Kalopo (Calopogonium
Mucunoides), Jitv, 15(3): 205-214.
Fitriyah, N., 2019, Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung
Pulut Lokal (Zea Mays Ceratina. L) pada
Kondisi Cekaman Kering dan Nitrogen Rendah, Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia,
4(2): 74-77.
Mamondol, M. R. dan Nurfhin, I. B., 2017, Peningkatan Hasil dan
Kualitas Jagung Pulut Melalui Penggunaan Pupuk Abu Sabut Kelapa, Jurnal
Adiwidia, 4(1): 19-31.
Pasta, I., Andi, E. dan Henry, N. B., 2015, Tanggap Pertumbuhan
dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays
L. Saccharata) pada Aplikasi Berbagai
Pupuk Organik . Agrotekbis, 3(2):168-177.
Purwanti, G., Togar, F. M. dan Herlina, D., 2017, Pengaruh
Auksin Terhadap Pertumbuhan Bibit Cabutan Alam Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lamk), Jurnal Penelitian Pertanian, 1(2):
6-12.
Roni, G. K., 2015, Efektifitas Perbedaan Tanah Sebagai Media
Tumbuh, Jurnal Ilmiah Pertanian Terkini, 2(2): 20-32.
Rosmaiti, 2018, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau
(Vigna Radiata L.), Jurnal
Penelitian Agrosamudra, 5(2): 39-45.
Subekti, N. A., Syafrudin, Roi, E. dan Sri, S., 2014,
Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung, Jurnal Teknik Produksi dan
Pengembangan, 1(2): 16-28.
Tetika, A. H. dan Yosefina, M. F., 2016, Analisis Pendapatan
Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, Jurnal
Agribisnis Lahan Kering, 1(3):
53-54 .
Utami, A., 2018, Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan
Tanaman, Jurnal Penelitian Agrobisnis, 1(1): 1-18.
Utina, R., dan Baderan, D. W., 2010, Ekologi Dan Linkungan
Hidupi, Gorontalo: Universitas Universitas Negeri Gorontalo Press.
Widiastuti, L., Tohari dan Endang, S., 2014, Pengaruh
Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida Terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan
Tanaman Krisan Dalam Pot . Ilmu Pertanian, 11(2): 35-42.
Komentar
Posting Komentar