I.       PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Ilmu biologi mendefinisikan tumbuhan sebagai organisme eukariota multiseluler yang tergolong ke dalam kerajaan Plantae yang didalamnya terdiri atas beberapa kelompok taksonomi yakni, tanaman berbunga, Gymnospermae atau Tumbuhan berbiji terbuka, Lycopodiopsida, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau.Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Ekosistem memiliki dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia, sedangkan komponen abiotik antara lain yaitu udara, gas, angina, cahaya, matahari, dan sebagainya. Komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi satu sama lain, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis dan hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya.

Tumbuhan secara umum akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan tanaman berdasarkan karakter sifat internal genetik dari tanaman. tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu tanaman dalam melangsungkan aktifitas hidupnya sangat ditentukan oleh kelangsungan interaksi dari faktor lingkungan dan faktor internal genetik. Kondisi lingkungan di bumi diketahui memiliki kondisi yang berbeda-beda, lingkungan di berbagai permukaan bumi sangat bervariasi dan belum tentu sama antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya. Jangankan pada suatu lokasi berbeda terkadang pada satu lokasi yang samapun kondisi lingkungan bisa menjadi bervariasi dari waktu ke waktu, hal ini bisa saja terjadi karena adanya perubahan-perubahan secara ekologis.

Pertumbuhan suatu tanaman berbiji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah keluar dan tumbuh. Sama halnya dengan pertumbuhan, perkembangan juga dapat dilihat dari tunas, hanya saja tidak diukur melainkan melihat apa saja struktur tubuh kecambah yang mulai ada dari awal atau tunas. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kecambah biji akan selalu berbeda-beda tergantung media tanam yang dipakai dan unsur-unsur yang terdapat dalam media tanam tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan praktikum dengan judul pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman

 

B.     Rumusan masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan tanaman ?

2.      Bagaimana respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas cahaya matahari yang berbeda?

 

C.    Tujuan praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1.      Untuk mengetahui pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan tanaman.

2.      Untuk mengetahui respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas cahaya matahari yang berbeda.

 

D.    Manfaat praktikum

Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1.      Dapat mengetahui pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh (tanah) terhadap pertumbuhan tanaman.

2.      Dapat mengetahui respon tumbuhan terhadap perbedaan intensitas cahaya matahari yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.    TINJAUAN PUSTAKA

A.    Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan dapat didefinisikan sebagai elemen biologis dan abiotik yang mengelilingi organisme individual atau spesies, termasuk banyak yang berkontribusi pada kesejahteraan individu tersebut. Lingkungan juga dapat didefinisikan sebagai semua komponen alami Bumi (udara, air, tanah, vegetasi, hewan dan sebagainya) Beserta semua proses yang terjadi di dalam dan di antara komponen yang ada di Bumi (Effendi, 2018).

Lingkungan merupakan penelaahan terhadap sikap dan perilaku manusia dengan tanggung jawab dan kewajibannya dalam mengelola lingkungan hidup. Sikap dan perilaku ini sangat diperlukan sehingga memungkinkan kelangsungan peri kehidupan secara keseluruhan serta kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya. Pengertian lingkungan hidup menurut UU Nomor 23 Tahun 1997, adalah sistem kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan segenap benda, keadaan, daya dan mahluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Utina dan Banderan, 2013).

 

B.     Jagung (Zea Mays)

Jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi di Indonesia. Jagung secara spesifik merupakan tanaman pangan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusiaataupun hewan. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi.  Tanaman jagung hingga kini dimanfaatkan oleh masyarakat dalam berbagai bentuk penyajian, yaitu tepung jagung (maizena), minyak jagung, bahan pangan, serta sebagai pakan ternak dan lain-lainnya.  Khusus jagung manis (sweet corn), sangat disukai dalam bentuk jagung rebus atau bakar (Derna dalam Pasta, dkk, 2015).

Jagung pulut atau Waxy Corn atau jagung ketan  (Zea mays ceratina. L) merupakan jenis jagung spesial yang berpotensi sebagai sumber diversifikasi pangan dan bahan industry. Jepang menggunakan jagung pulut sebagai sumber amilopektin yang digunakan dalam produk makanan, tekstil, lem dan industri kertas. Jagung pulut menjadi salah satu sumber plasma nutfah untuk menjadi kultivar-kultivar baru melalui pemulian tanaman (Fitriah, 2019). Jagung pulut merupakan bahan pangan khas Pulau Sulawesi. Masyarakat Sulawesi umumnya sangat menggemari jagung pulut yang dapat dikreasikan dalam berbagai bentuk makanan olahan. Selain itu jagung pulut juga menjadi sumber plasma nutfah untuk merakit kultivarkultivar baru melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Permintaan pasar jagung pulut terus meningkat, namun hal ini tidak bisa diimbangi dengan produksi (Mamindol dan Bunga, 2017).

C.    Kacang Hijau (Vigna radiata)

Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan salah satu komoditi pertanian yang mempunyai nilai ekonomi cukup strategi di samping sebagai sumber protein nabati utama vitamin serta merupakan bahan baku industri dan sebagai pelestari lingkungan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, karena akar-akarnya bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mengikat nitrogen dari udara. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman leguminosa yang berperanan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat (Anti, 2018).

Kacang hijau mengandung karbohidrat, lemak dan Kacang hijau termasuk kedalam tanaman yang toleran terhadap kekurangan air, yang penting tanah cukup kelembabannya. Kacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah asalkan kelembaban dan unsur hara cukup tersedia. Kacang hiaju mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainnya, karena kacang hijau memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi agronomi dan ekonomi seperti, lebih tahan terhadap kekeringan, lebih sedikit terserang hama dan penyakit, dapat dipanen pada umur 55 -60 hari, dapat ditanam pada tanah yang kurang kesuburannya serta cara budidayanya lebih mudah (Rosmaiti, 2018).

 

D.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Eksistensi dari ekosistem terrestrial dapat dipertahankan keberlangsungannya karena adanya radiasi matahari atau lebih tepatnya karena adanya Photosynthetically Active Radiation (PAR), yaitu panjang gelombang radiasi yang dipergunakan di dalam proses fotosintesis (panjang gelombang antara 380 dan 720 nm). Cahaya matahari merupakan faktor utama penentu fotosintesis global sehingga terdapat hubungan kuantitatif yang erat diantara penyerapan cahaya matahari dan produksi biomassa dunia. Hubungan yang erat ini biasanya terlihat dengan lebih jelas pada komunitas tanaman yang dibudidayakan, seperti tanaman pertanian, perkebunan, dan tanaman hortikultura (Utami, 2018).

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik, kimia dan biologi secara integral mampu menunjang produktivitas tanaman untuk menghasilkan biomassa dan produksi baik tanaman pangan, pakan, obat-obatan, industri, perkebunan, maupun kehutanan. Secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara sedangkan secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (Roni, 2015).

 

 

 

 

 

 

 

III.       METODE PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2020 pukul 12.40-15.00 WITA, sampai selesai via Zoom, bertempat di rumah praktikan, Desa Samaenre, kec. Wolo, Kab. Kolaka dan Kota Kolaka.

B.     Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1.Alat dan kegunaanya

No

Alat

Kegunaan

1

2

3

1.

Polybag

Untuk tempat atau wadah penanaman

2.

Mistar

Untuk mengukur tinggi tanaman

3.

Ember

Untuk menampung air

4.

Cangkul

Untuk mengambil tanah

5.

Botol Aqua

Untuk menyimpan larutan hasil fermentasi sampel

6.

Alat Tulis

Untuk mencatat hasil pengamatan

7.

Kertas Label

Untuk memberikan tanda pada polybag

 

C.    Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2.Bahan dan kegunaanya

No

Bahan

Kegunaan

1

2

3

1

Jagung (Zea Mays)

Sebagai objek pengamatan

2

Kacang Hijau (Vigna Radiata L.)

Sebagai objek pengamatan

3

Air

Untuk menyiram tanaman

4

Tanah

Sebagai media tanam

 

 

 

 

 

 

 

D.    Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

Jagung dan Kacang Hijau

                                                              

 


-Disediakan 10 polybag berisi tanah

-Dipilih biji jagung dan kacang hijau yang baik, kemudian rendam dalam air selama 24 jam

-Biji jagung dan kacang hijau ditanam pada polybag dengan jumlah masing-masing 1, 2, 4, 6, dan 8

- 5 polybag disimpan di halaman rumah dengan intensitas cahaya tidak langsung dan 5 polybag lainnya disimpan di alam terbuka

-Dilakukan penyiraman setiap hari pada polybag yang disimpan dirumah kaca, sedangkan yang di alam terbuka dibiarkan secara alami

-Pengamatan dilakukan setiap hari sampai tanaman berumur 4 minggu, dan diukur tinggi serta biomassa tanaman selama 4 minggu pengamatan

-Setelah 4 minggu, tanaman ditimbang bobot basah dan keringnya (tanpa akar)

-Bandingkan bobot yang tinggi tanaman yang ditanam di halaman rumah dengan tanaman yang ditanam di alam terbuka

-Dicatat data faktor lingkungan (temperature udara, pH, cahaya) yang ada dirumah kaca dan alam terbuka

Hasil Pengamatan

 

 

 

 

 

 

 

 



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada tabel di bawah ini :

1.    Hasil Pengamatan Tanaman Jagung diluar Rumah Kaca

a.    Tanaman Jagung

Tabel 3. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung diluar Rumah Kaca

T

A

N

G

G

A

L

Polybag I

Polybag II

Polybag III

T1

T1

T2

T1

T2

T3

T4

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

5

7

2

6

7,5

2

6

9,5

2

5

7,5

2

1

3,5

2

6,5

9,5

2

4,5

6

2

7

6,5

13

2

5,5

13,5

2

7

16,5

2

6

13,5

2

3

5,5

2

7,5

13,5

2

5

12,5

2

9

6,5

22,5

3

8,5

21,5

3

9,5

21,5

3

6

20

3

5

13

3

8,5

23

3

8

20

3

11

9

21

3

9

21

3

10

25

3

7

21,5

3

5

14

3

9

22,5

3

9

21

3

13

11

23

3

12

23

3

12

26

3

9

22,5

3

7

17

3

11,5

25

3

11

22

3

15

13

24,5

3

13

25

3

14

27

3

11

23

3

8

18

3

13

26

3

13

24

3

17

16

27

4

14

28

4

15

28,5

4

12,5

24

3

9

19,5

3

14

29

4

15

25

3

19

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

21

-

-

-

-

-

-

 -

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

23

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

25

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

27

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

29

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

Tabel. 3 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag IV

Polybag V

T1

T2

T3

T4

T5

T6

T1

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

7

7

2

9

1,3

3

9,5

1,7

2

9,5

1,6

2

7

1,5

2

7

1,6

3

8,5

1,4

3

7

7,2

7,2

2

9,2

1,5

3

9,7

1,9

2

9,7

1,8

2

7,2

1,7

2

7,3

1,8

3

8,7

1,6

2

9

7,5

7,4

2

9,4

1,7

3

9,9

2

2

9,9

2

2

7,4

2

2

7,5

1,9

3

8,9

1,8

2

11

7,8

7,6

2

9,6

1,8

3

10

2,3

2

10

2,2

2

7,6

2,3

2

7,7

2

3

9

2

2

13

8,0

7,8

3

9,8

2

3

10,2

2,5

5

10,2

2,4

5

7,8

2,5

2

7,9

2,3

3

9,3

2,3

2

15

8,2

8

3

10

2,1

4

10,4

2,7

5

10,4

2,6

5

8

2,7

5

8

2,5

3

9,5

2,5

2

17

8,4

8,2

3

10,3

2,3

4

10,6

2,9

5

10,6

2,8

5

8,3

3

5

8,3

2,7

4

9,7

2,7

5

19

8,6

8,4

3

10,5

2,5

4

10,8

3

5

10,8

3

5

8,5

3,2

5

8,5

2,9

4

9,9

3

5

21

8,9

8,6

3

10,7

2,7

4

11

3,2

5

11

3,3

5

8,7

3,4

5

8,7

3

4

10

3,3

5

23

9,3

8,8

4

10,8

3

4

11,2

3,4

8

11,5

3,5

5

8,9

3,6

5

8,9

3,3

5

10,3

3,5

5

25

9,5

9

4

11

3,3

6

11,4

3,6

8

11,7

3,7

8

9

3,8

8

9

3,5

5

10,7

3,7

8

27

9,8

9,2

6

11,2

3,5

6

11,6

3,8

8

11,9

3,9

8

9,1

4

8

9,3

3,7

6

10,8

3,9

8

29

9,8

9,4

6

11,4

3,7

6

11,8

4

8

12

4

8

9,3

4,1

8

9,5

4

8

11

4

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel. 3 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag V

T2

T3

T4

T5

T6

T7

T8

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

9

1,6

2

10

1,6

2

8,5

11

2

9

1,7

2

9

1,9

2

-

-

-

9,3

2,2

2

7

9,2

1,8

2

10,2

1,8

2

8,7

0,7

2

9,3

1,9

2

9,2

2

2

-

-

-

9,5

0,4

2

9

9,4

1,9

2

10,4

2

2

8,9

0,8

2

9,5

2

2

9,4

2,3

2

-

-

-

9,7

0,6

2

11

9,6

2

2

10,6

2,3

2

9

1

2

9,7

2,3

2

9,6

2,5

2

-

-

-

10

0,8

2

13

9,8

2,3

2

10,8

2,5

2

9,2

1,2

2

10

2,5

3

9,8

2,7

2

-

-

-

10,2

0,9

2

15

10

2,5

3

11

2,7

5

9,4

1,3

3

10,2

2,7

3

10

2,9

5

-

-

-

10,4

1

5

17

10,3

2,7

3

11,3

2,9

5

9,6

1,4

3

10,4

2,9

3

10,3

3

5

-

-

-

10,6

1,3

5

19

10,5

3

3

11,5

3

5

9,8

1,5

3

10,6

3

4

10,5

3,2

5

-

-

-

10,8

1,5

5

21

10,7

3,2

3

11,7

3,2

5

10

1,7

3

10,8

3,2

4

10,7

3,4

6

-

-

-

11

1,7

5

23

10,9

3,4

5

11,9

3,4

5

10,3

1,8

4

11

3,4

4

10,9

3,6

6

-

-

-

11,3

1,8

5

25

11

3,6

5

12

3,6

8

10,5

1,9

4

11,3

3,6

4

11

3,8

6

-

-

-

11,5

2

6

27

11,3

3,8

5

12,2

3,8

8

10,7

2

4

11,5

3,8

5

11,2

4

6

-

-

-

11,7

2,3

6

29

11,5

4

6

12,4

4

8

10,9

2,2

4

11,7

4

5

11,4

4,2

6

-

-

-

11,9

2,5

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.    Hasil Pengamatan Tanaman Jagung didalam Rumah Kaca

b.   Tanaman Jagung

Tabel 4. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung didalam Rumah Kaca

T

A

N

G

G

A

L

Polybag I

Polybag II

Polybag III

T1

T1

T2

T1

T2

T3

T4

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LB

JD

5

5

1,9

2

2,5

1,3

2

3

1,5

2

3,2

1,5

2

3,5

1,4

2

4

1,6

2

4

1,5

2

7

5,2

2

2

2,7

5

2

3,2

1,7

2

3,4

1,7

2

3,7

1,6

2

4,2

1,8

2

4,2

1,7

2

9

5,4

2,2

2

2,9

7

2

3,4

1,9

2

3,6

1,9

2

3,9

1,8

2

4,4

2

2

4,4

1,9

2

11

5,6

2,4

2

3

9

2

3,6

2

2

3,8

2

2

4

2

2

4,6

2,2

2

4,6

2

2

13

5,8

2,6

2

3,2

2

2

3,8

2,2

2

4

2,3

2

4,3

2,3

2

4,8

2,4

2

4,8

2,3

2

14

6

2,8

2

3,4

2,2

2

4

2,4

2

4,2

2,5

2

4,5

2,5

2

5

2,6

2

5

2,5

2

15

6,3

3

3

3,6

4

3

4,3

2,6

3

4,4

2,7

3

4,7

2,7

3

5,2

2,8

3

5,3

2,7

3

17

6,5

3,3

3

3,

6

3

4,5

2,8

3

4,6

2,9

3

4,9

2,9

3

5,4

3

3

5,5

2,9

3

19

6,7

3,5

3

3,3

8

3

4,7

3

3

4,8

3

3

5

3

3

5,6

3,3

3

5,7

3

3

21

6,9

3,7

3

3,5

3

3

4,9

3,3

3

5

3,2

3

5,2

3,2

3

5,8

3,5

3

5,9

3,2

3

23

7

3,9

3

3,7

3,2

3

5

3,5

3

5,3

3,4

3

5,4

3,4

3

6

3,7

3

6

3,4

3

25

7,3

4

4

3,9

4

4

5,3

3,7

4

5,5

3,6

4

5,6

4,6

4

6,3

3,9

4

6,2

3,6

4

27

7,5

4,2

4

4

6

4

5,5

3,9

4

5,7

3,8

4

5,8

3,8

4

6,5

4

4

6,4

3,8

4

29

7,7

4,3

4

4,2

8

4

5,7

4

4

5,9

4

4

6

4

4

6,7

4,2

4

6,6

4

4

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel. 4  Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag IV

Polybag V

T1

T2

T2

T4

T5

T6

T1

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LB

JD

5

1,7

1,5

2

1

 

 

1,1

0,2

1

1,2

0,3

2

1,1

-

-

-

-

-

-

-

-

7

1,9

1,6

2

1,3

1

1

1,4

1

1

1,4

0,9

2

1,3

0,3

1

-

-

-

-

-

-

9

2,2

1,8

2

1,5

1,2

2

1,7

1,2

1

1,7

1,2

3

1,5

1,1

1

-

-

-

-

-

-

11

2,5

2

2

2

1,6

2

2,3

1,6

3

2

1,6

3

1,8

1,9

2

-

-

-

-

-

-

13

2,6

2,4

3

2,3

2

3

2,7

2

3

2,2

1,9

3

2,5

2

3

-

-

-

-

-

-

15

3,1

2,7

4

2,6

2,4

3

3

2,3

3

2,7

2,2

4

2,7

2,2

3

-

-

-

-

-

-

17

3,3

2,9

5

2,9

2,7

3

3,3

2,6

4

3

2,5

4

3

2,5

4

-

-

-

-

-

-

18

3,5

3

5

3,2

2,8

4

3,5

2,8

4

3,3

2,7

,4

3,2

2,7

4

-

-

-

-

-

-

21

3,7

3,2

6

3,5

2,3

5

3,8

3

5

3,6

2,9

5

3,6

3

5

-

-

-

-

-

-

23

3,9

3,5

6,

3,8

2,5

5

4

3,3

5

3,9

3,1

5

3,8

3,3

5

-

-

-

-

-

-

25

4,1

3,7

6

4

2,8

6

4,3

3,5

5

4,1

3,3

6

4

3,7

6

-

-

-

-

-

-

27

4,4

3,9

7

4,3

3

6

4,6

3,7

7

4,3

3,5

7

4,3

3,9

6

-

-

-

-

-

-

29

4,7

4,2

7

4,5

3,2

7

4,9

3,9

8

4,6

3,7

8

4,5

4

8

-

-

-

-

-

-

 

 

 

 

Tabel .4 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag V

T2

T3

T4

T5

T6

T7

T8

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

7

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

9

5,5

2

3

4,6

1,8

6

6,5

2,2

12

7,1

2,1

18

6

3,2

25

-

-

-

-

-

-

11

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

13

6,1

2,5

4

4,9

2,2

6

6,8

2,5

12

7,4

2,3

18

6,4

3,5

26

-

-

-

-

-

-

15

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

17

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

19

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

21

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

23

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

25

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

27

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

29

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

 

 

3. Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Hijau diluar Rumah Kaca

b. Tanaman Kacang Hijau

Tabel 5. Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Hijau diluar Rumah Kaca

T

A

N

G

G

A

L

Polybag I

Polybag II

Polybag III

T1

T1

T2

T1

T2

T3

T4

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

2,2

0,7

2

0,3

0,2

2

2

0,5

2

0,2

0,2

2

1,4

0,8

2

1,9

0,4

2

1,3

0,4

2

7

2,4

1,1

2

0,4

0,3

2

2,7

0,7

2

0,7

0,2

2

1,8

1,1

2

2,4

0,9

2

1,9

0,9

2

9

3,3

1,5

2

0,6

0,4

2

3,2

1

2

1

0,3

2

2,2

1,4

2

2,9

1,2

2

2,3

1

2

11

3,8

1,7

2

0,8

0,6

2

3,7

1,2

2

1,4

0,4

2

2,6

1,7

5

3,2

1,3

2

2,8

1,3

2

13

4,5

2

5

0,9

0,7

2

4,1

1,7

5

1,8

0,6

2

3

1,9

5

3,8

1,5

5

3,2

1,5

2

15

4,9

2,2

5

1,3

0,9

2

4,8

2

5

2,1

0,6

2

3,4

2

5

4,1

1,7

5

3,6

1,6

5

17

5,4

2,4

5

1,7

1

5

5,3

2,2

5

2,5

0,7

2

3,8

2,2

5

4,7

1,7

5

3,8

1,7

5

19

5,6

2,5

5

2

1,2

5

5,9

2,5

8

2,8

1

5

4,2

2,3

8

5,1

1,8

5

4,3

1,7

5

21

6

2,7

8

2,4

1,4

5

6,4

2,6

8

3

1,1

5

4,7

2,4

8

5,4

2

8

4,7

1,8

5

23

6,2

2,9

8

3,2

1,5

8

6,9

2,9

8

3,3

1,3

5

5,1

2,6

8

5,8

2,1

8

5,1

2

8

25

6,6

3

8

3,8

1,7

8

7,4

3

11

3,6

1,5

5

5,8

2,7

11

6,2

2,3

8

5,7

2,1

8

27

7

3,2

11

4,5

1,8

11

7,8

3,2

11

4,2

1,8

5

6,2

2,9

11

6,5

2,4

8

6,1

2,3

8

29

7,2

3,4

11

5,1

2,1

11

8,3

3,4

11

4,8

2

8

6,9

3

11

6,8

2,6

8

6,7

2,5

11

 

Tabel. 5 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag IV

Polybag V

T1

T2

T3

T4

T5

T6

T1

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

2,4

0,4

2

2

0,6

2

2,2

0,6

2

2,1

0,3

2

2,4

0,6

2

2,8

0,2

-

2,7

0,4

2

7

2,8

0,7

2

2,4

1,1

2

2,6

0,7

2

2,6

0,5

2

2,8

0,7

2

3,2

0,3

2

3

0,6

2

9

3

1,1

2

2,7

1,6

2

2,9

0,7

2

2,9

0,8

2

3

0,9

2

3,5

0,5

2

3,4

0,8

2

11

3,4

1,3

2

3,4

1,9

2

3,2

0,9

2

3,2

1,1

2

3,4

1

2

3,7

0,6

2

3,8

0,9

2

13

3,8

1,4

5

3,9

2

5

3,5

1

5

3,5

1,2

5

3,8

1,2

2

3,9

0,7

2

4,1

1

5

15

4,1

1,4

5

4,3

2,3

5

3,8

1,1

5

3,8

1,3

5

4,1

1,5

5

4,2

1

2

4,2

1,1

5

17

4,4

1,5

5

5,8

2,3

5

4,1

1,2

5

4

1,4

5

4,5

1,7

5

4,4

1,2

5

4,6

1,2

5

19

4,7

1,6

5

6,1

2,4

8

4,4

1,4

5

4,2

1,5

5

4,7

1,9

5

4,6

1,3

5

4,9

1,3

8

21

4,9

1,7

5

6,6

2,5

8

4,6

1,5

8

4,5

1,5

5

4,9

1,9

5

4,9

1,5

5

5

1,5

8

23

5

1,9

5

7,1

2,6

8

4,8

1,6

8

4,8

1,6

5

5,2

2

5

5,2

1,6

5

5,4

1,6

8

25

5,6

2,1

8

7,4

2,7

11

5,2

1,8

8

5

1,7

8

5,6

2,1

8

5,4

1,8

8

5,8

1,8

8

27

6,1

2,2

8

7,8

2,7

11

5,8

2

8

5,3

1,9

8

5,9

2,2

8

5,8

1,9

8

6

1,9

11

29

6,5

2,4

8

8,2

2,8

11

6,3

2,3

11

5,8

2,3

8

6,2

2,4

8

6,2

2,1

8

6,4

2,1

11

 

 

 

 

Tabel. 5 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag V

T2

T3

T4

T5

T6

T7

T8

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

2,1

0,2

2

2,4

0,3

2

2,7

0,4

2

3,1

0,6

2

3,4

0,5

2

3

0,4

2

2,7

0,3

2

7

2,6

0,3

2

2,7

0,5

2

2,9

0,5

2

3,4

0,9

2

3,7

0,6

2

3,2

0,5

2

2,9

0,5

2

9

3

0,4

2

3

0,6

2

3,2

0,7

2

3,9

1

2

4

0,8

2

3,5

0,6

2

3,2

0,7

2

11

3,6

0,6

2

3,4

0,7

2

3,5

0,9

2

4,3

1,1

2

4,1

1

2

3,7

0,8

2

3,6

0,9

2

13

4,5

0,7

2

3,6

0,8

5

3,8

1

2

4,6

1,1

2

4,8

1,1

2

3,9

0,9

2

3,9

1,1

2

15

5,2

0,8

5

3,9

0,9

5

4

1,2

5

4,8

1,2

5

5,1

1,4

5

4,1

1

2

4,2

1,2

5

17

6

0,9

5

4,2

1,1

5

4,3

1,3

5

5

1,3

5

5,4

1,5

5

4,5

1,2

5

4,5

1,3

5

19

6,5

1,1

5

4,6

1,2

5

4,6

1,4

5

5,2

1,4

5

5,7

1,6

5

4,6

1,3

5

4,7

1,5

5

21

6,9

1,2

5

4,9

1,3

5

4,9

1,6

5

5,6

1,5

5

6

1,8

8

4,9

1,4

5

4,9

1,8

5

23

7,5

1,3

8

5,3

1,4

8

5,2

1,7

5

5,9

1,7

8

6,3

2,1

8

5

1,6

5

5,3

1,9

8

25

7,7

1,5

8

5,6

1,6

8

5,4

1,9

8

6,2

2

8

6,5

2,2

8

5,1

1,8

8

5,6

2

8

27

7,9

1,6

8

6

1,7

8

5,8

2,1

8

6,5

2,2

8

6,8

2,4

8

5,4

1,9

8

5,9

2,2

8

29

8,4

1,7

8

6,4

1,9

8

6,1

2,3

8

6,9

2,3

8

7

2,6

8

5,7

2,1

8

6,4

2,6

8

 

 

4. Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Hijau didalam Rumah Kaca

d. Tanaman Kacang Hijau

Tabel 6. Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Hijau didalam Rumah Kaca

T

A

N

G

G

A

L

Polybag I

Polybag II

Polybag III

T1

T1

T2

T1

T2

T3

T4

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

14,1

0,6

2

-

-

-

18,2

0,9

2

14,6

0,7

2

16,6

0,8

2

-

-

-

16,5

0,8

2

7

18,1

0,7

2

-

-

-

20,1

0,9

2

16,3

0,8

2

18,1

0,8

2

-

-

-

17,8

0,8

2

9

20,4

0,8

2

-

-

-

22

0,9

2

17,8

0,8

2

19,9

0,8

2

-

-

-

19,1

0,8

2

11

21,8

0,8

2

-

-

-

23,6

0,9

2

19,1

0,8

2

21

0,8

2

-

-

-

19,9

0,8

2

13

23

0,8

2

-

-

-

24,9

0,9

2

20,5

0,8

2

22,1

0,8

2

-

-

-

20,9

0,8

2

15

25,3

0,8

2

-

-

-

26,2

0,9

2

22,5

0,8

2

23,6

0,8

2

-

-

-

22,5

0,8

2

17

26,8

0,8

2

-

-

-

27,9

0,9

2

24,1

0,8

2

25,3

0,8

2

-

-

-

23,7

0,8

2

19

27,9

0,8

2

-

-

-

28,5

0,9

2

25,6

0,8

2

26,5

0,8

2

-

-

-

25,3

0,8

2

21

29

0,8

2

-

-

-

29,1

0,9

2

26,7

0,8

2

27,7

0,8

2

-

-

-

26,8

0,8

2

23

29,2

0,8

2

-

-

-

29,3

0,9

2

28,1

0,8

2

28,5

0,8

2

-

-

--

28,1

0,8

2

25

29,5

0,8

2

-

-

-

29,7

0,9

2

28,5

0,8

2

29,1

0,8

2

-

-

-

29,4

0,8

2

27

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

29

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel. 6 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag IV

Polybag V

T1

T2

T3

T4

T5

T6

T1

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

15,2

0,7

2

17,2

0,8

2

14,3

0,8

2

16,9

0,6

2

17,4

0,8

2

16,3

0,9

2

-

-

-

7

16,7

0,8

2

18

0,9

2

15,9

0,8

2

18,1

0,7

2

18,1

0,8

2

17,5

0,9

2

-

-

-

9

18

0,8

2

19,1

0,9

2

17,2

0,8

2

19,5

0,7

2

19,3

0,8

2

18,9

0,9

2

-

-

-

11

19,7

0,8

2

20,3

0,9

2

18,7

0,8

2

20,9

0,7

2

20,4

0,8

2

20

0,9

2

-

-

-

13

20,9

0,8

2

21,7

0,9

2

19,9

0,8

2

21,6

0,7

2

21,9

0,8

2

21,7

0,9

2

-

-

-

15

22,8

0,8

2

23,2

0,9

2

22,2

0,8

2

23,2

0,7

2

23,7

0,8

2

23,5

0,9

2

-

-

-

17

24,5

0,8

2

24,1

0,9

2

23,1

0,8

2

24,3

0,7

2

24,6

0,8

2

24,8

0,9

2

-

-

-

18

26,7

0,8

2

25

0,9

2

24,5

0,8

2

26,3

0,7

2

25,2

0,8

2

25,6

0,9

2

-

-

-

21

27,5

0,8

2

26,5

0,9

2

25,6

0,8

2

27,5

0,7

2

27

0,8

2

26,3

0,9

2

-

-

-

23

28,4

0,8

2

28,2

0,9

2

26,8

0,8

2

28,7

0,7

2

28,8

0,8

2

28

0,9

2

-

-

-

25

29,6

0,8

2

29,3

0,9

2

29,1

0,8

2

29,8

0,7

2

29,7

0,8

2

29,2

0,9

2

-

-

-

27

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

29

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel. 6 Lanjutan

T

A

N

G

G

A

L

Polybag V

T2

T3

T4

T5

T6

T7

T8

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LB

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

TB

LD

JD

5

13,3

0,8

2

12,2

0,8

2

15

0,8

2

9,8

0,7

2

-

-

-

10,2

0,5

2

11,7

0,8

2

7

15

0,8

2

13,5

0,8

2

15,9

0,8

2

10,3

0,7

2

-

-

-

11,5

0,6

2

12,5

0,8

2

9

16,1

0,8

2

14,7

0,8

2

16,5

0,8

2

12

0,7

2

-

-

-

12,9

0,6

2

13,8

0,8

2

11

17,5

0,8

2

15,3

0,8

2

17,8

0,8

2

12,7

0,7

2

-

-

-

14

0,6

2

15

0,8

2

13

18,8

0,8

2

16,4

0,8

2

18,8

0,8

2

13,9

0,7

2

-

-

-

14,8

0,6

2

16,9

0,8

2

15

20,4

0,8

2

18,5

0,8

2

20,3

0,8

2

15,5

0,7

2

-

-

-

16,4

0,6

2

18,3

0,8

2

17

22

0,8

2

20

0,8

2

21,8

0,8

2

17

0,7

2

-

-

-

17,9

0,6

2

19,8

0,8

2

19

23,6

0,8

2

21,5

0,8

2

23

0,8

2

18,5

0,7

2

-

-

-

19,1

0,6

2

20,7

0,8

2

21

24,8

0,8

2

22,8

0,8

2

24,5

0,8

2

19,8

0,7

2

-

-

-

20,3

0,6

2

22

0,8

2

23

25,9

0,8

2

23,7

0,8

2

25,7

0,8

2

21,5

0,7

2

-

-

-

21,5

0,6

2

23,1

0,8

2

25

27

0,8

2

25,8

0,8

2

29

0,8

2

22,8

0,7

2

-

-

-

23,1

0,6

2

24,8

0,8

2

27

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

29

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

 

Keterangan  :

 

T1 : Tanaman 1

 

LD  :  Lebar Daun (cm)

 

JD  :  Jumlah Daun (cm)

 

TB  :  Tinggi Batang (cm)


 

B.     Pembahasan

Ekologi merupakan ilmu yang yang mempelajari bagaimana reaksi dari organisme atau individu atau kelompok individu terhadap lingkungan atau lingkungan terhadap individu kelompok. Ekologi dalam lingkup tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan) dengan lingkungan. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas dua kelompok yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan hidup tanaman merupakan kondisi dimana syarat tumbuh tanaman dipenuhi dimana kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral yang dibutuhkan tanaman tersedia.

Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras yang memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan, bahan  pakan ternak dan bahan baku industri. Tanaman jagung termasuk golongan Spermatophyta (tumbuhan berbiji), kelas Monocotyledone (tumbuhan berkeping satu), ordo Graminae (suku padi-padian), dan familia Graminaceae serta genus Zea. Nama latin Zea Mays. Jagung telah menjadi komoditas perdagangan dunia. Jagung dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, asal ketersediaan air dan hara tercukupi dan akar mampu tumbuh dengan baik menancap ditanah. Perakaran jagung tidak dalam sehingga lapisan tanah yang ditanami jagung tidak boleh keras. Menurut Subekti (2014), Jagung (Zea mays. L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis padi-padian (graminae) yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu.

Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis tanaman palawija yang dijadikan sebagai tanaman pangan karena kandungan gizi yang terkandung dalam bijinya, tanaman kacang hijau lebih eksis dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan kacang hijau termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau termasuk ke dalam jenis kacang-kacangan yang merupakan sumber protein yang sangat baik, rendah lemak, dan mengandung banyak serat serta antioksidan. Kacang hijau juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat menunjang kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini sesuai dengan literatur Rukmana (Tetik dan Fallo, 2016) Manfaat kacang hijau sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia yaitu Bahan pangan (bubur, sayur dan kue-kue), penunjang gizi dalam 100 g biji kering, kacang hijau terkandung 10,7 % air, karbohidrat 1,19 g, serat kasar 118 mg, kalsium 340 mg, pospor 7,7 mg, besi 6 mg, sodium 1,027 mg, kalium 77,3 mg, vitamin A 0,38 mg, Thiamine 0,21 mg dan riboflavin 2,6 mg, peningkatan pendapatan petani (nilai ekonomi tinggi), penunjang kesehatan (baik penderita penyakit beri-beri berkhasiat sebagai anti sterilitas), dan menunjang kesuburan tanah.

Prosedur kerja pada praktkum ini adalah menyediakan 10 polybag yang diisi tanah tanpa menambahkan pupuk, alasan tidak menambahkan pupuk karena tanah merupakan indikator pengamatan, pada praktikum ini adalah lingkungan hidup tempat tumbuh tanaman. Langkah selanjutnya adalah memilih kacang hijau dan jagung yang baik dengan merendamnya diair jika biji kacang hijau dan jagung tenggelam maka kualitas kacang hijau dan jagung baik dan dapat ditanam, setelah memilih biji yang baik dilakukan perendaman selama 24 jam yang dimaksutkan agar kecambah dapat memunculkan akarnya agar dapat dipilih lagi biji yang baik ditanam dan mempercepat proses pertumbuhan.

Penanaman biji jagung dan biji kacang hijau pada polybag dilakukan dengan masing-masing polybag 1 sampai 5 diisi dengan biji berturut-turut sebanyak 1, 2, 4, 6 dan 8 yang diulangi untuk menguji pengaruh jarak tanaman terhadap pertumbuhan tanaman di masing-masing polybag. Setelah penanaman kacang hijau atau jagung polybag dipisah dan ditempatkan pada halaman rumah yang terhindar sinar matahari langsung dan pada alam terbuka ini alasan perlakuan pada polybag ini adalah untuk menguji pengaruh intensitas caaya terhadap pertumbuhan tanaman di masing-masing tempat. Penyiraman polybag dilakukan secara berbeda ada yang di halaman rumah dilakukan penyiraman setiap hari sedangkan yang di alam terbuka tidak dilakukan penyiraman ini dimaksutkan untuk menguji pengaruh pemberian air terhadap tanaman yang ditanaman ditempat berbeda.

Pengamatan dilakukan setiap hari selama 4 minggu dengan mengukur tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun dan setelah 4 minggu tanaman di ukur berak kering dan basahnya tampa akar yang kemudian membandingkan bobot kedua tanaman untuk mengukur pengaruh penanaman halaman rumah dengan intensitas cahaya matahari tidak langsung dengan di alam terbuka terhadap pertumbuhan tanaman yang kemudian menjadi indikator pengamatan pada praktikum ini. Setelah pengamatan dicatat faktor lingkungan, yaitu suhu lingkungan, ph tanah dan intensitas cahaya matahari di polybag di halaman rumah dan di alam terbuka.

Berdasarkan hasil pengamatan tanaman diketahui bahwa faktor lingkungan sangat memepengaruhi petumbuhan tanaman. Menurut  Purwanti (2017), Keberhasilan perkembangbiakan tanaman dengan cara cabutan alam dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor dari tanaman itu sendiri. Faktor lingkungan terdiri dari media tumbuh, suhu, kelembaban, intensitas cahaya matahari dan lain – lain. Faktor dari tanaman diantaranya berupa sifat genetik dari tanaman tersebut.

 Penyinaran dengan cahaya matahari langsung akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. pertumbuhan tanaman yang disinari cahaya matahar yang akan lebih lambat dibandingkan tanaman yang tidak mendapat penyinaran cahaya matahari langsung. Tanaman yang disimpan di alam terbuka mengalami pertumbuhan lambat karena hormon auksin atau biasa disebut hormon pertumbuhan mengalami keterhambatan akibat cahaya matari, sedangkan pada tanaman yang disimpan di halaman rumah dengan intesitas cahaya matahari rendah mengalami pertumbuhan yang cepat karena hormon auksin dapat bekerja maksimal. Hormon auksin adalah hormone yang berperan dalam pertumbuhan tanaman. Menurut Alpriyan dan Karyawati (2018) hormon auksin merupakan hormon yang memiliki kemampuan mempercepat pemanjangan sel pada sel pucuk, akar, pertumbuhan batang, mempercepat perkecambahan, membantu proses perkecambahan, membantu proses pembelahan sel dan mempercepat pemasakan buah.

Percobaan ini dapat dibuktikan bahwa tanaman yang ditaruh di tempat yang gelap akan menjadi kurus dan berbatang panjang atau kerempeng. Sedangkan, tanaman yang tumbuh dengan intentitas cahaya langsung akan tampak pendek, kokok, dan berbatang hijau. Tanaman yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami pelambatan perkembangan daun. Sebaliknya, tanaman di tempat gelap akan tumbuh dengan diameter lebih kecil dan warnanya pucat. Sinar pancaran sinar matahari juga sangat mempengaruhi warna-warni dedaun tanaman. Pemanjangan sel-sel batang yang berlebihan disebabkan oleh ketidaknormalan tingginya kandungan auksin dan etilen (hormon-hormon pengatur pertumbuhan tanaman) Sedangkan, warna pucat pada batang yang ditumbuhkan di tempat yang gelap disebabkan oleh kekurangan kloroplas. Kloroplas adalah struktur sel yang berkembang dari struktur sel yang kecil, tidak berwarma yang disebut proplastid. Menurut Widiastuti (2014), Semakin besar tingkat naungan (semakin kecil intensitas cahaya yang diterima tanaman) maka suhu udara rendah, kelembaban udara semakin tinggi. Kelembaban udara yang terlalu rendah dan terlalu tinggi akan menghambat pertumbuhan dan pembungaan tanaman. Kelembaban udara dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena dapat mempengaruhi proses fotosintesis. Laju fotosintesis meningkat dengan meningkatnya kelembaban udara sekitar tanaman.

Pertumbuhan tanaman ditempat yang tidak menerima cahaya matahari langsung akan mengalami kegagalan fungsi organ karena tidak dapat terjadinya metabolisme karena kurangnya komponen pembentuk makanan yaitu cahaya matahari, ini dapat dilihat dari pertambahan luas daun yang kecil pada tanaman karena tidak adanya faktor pendukung yang dapat mendukung laju pertambahan luas daun yaitu cahaya matahari. Menurut Fanindi (2010), cahaya yang redup akan mengakibatkan lambatnya laju fotosintesis, sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan salah satunya adalah penambahan luas daun. Luas daun berpengaruh terhadap kapasitas penangkapan cahaya. Cahaya dibawah optimum akan menyebabkan jumlah cabang menurun dan berakibat pada karakteristik daun salah satunya adalah luas daun.

Jarak tumbuh tanaman juga berpengaruh pada laju pertumbuhan tanaman dapat dilihat pertumbuhan tanamana di polybag 5 yang memiliki 8 tanaman memiliki laju pertumbuhan tanaman yang lebih rendah daripada polybag 1 dengan jumlah tanaman, hal ini disebabkan oleh kurangnya unsur hara dari polybag dan perebutan unsur hara antar tanaman. Hal ini sesuai dengan jurnal Erwin (2015), Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah antara lain iklim, tanah, cuaca, pH tanah, intensitas cahaya matahari dan gangguan hama penyakit, sementara peranan jarak tanam dalam pertumbuhan tanaman adalah untuk menjaga adanya persaingan dalam perebutan makanan (unsur hara) yang diperlukan setiap individu tanaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V.    PENUTUP

A.    Kesimpulan

Simpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1.      Perbedaan lingkungan tempat tumbuh tanaman sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang tumbuh ditempat yang tidak menerima cahaya matahari langung pertumbuhannya akan buruk dan kemudian mati sedangkan pada tanaman yang menerima cahaya matahri langsung pertumbuhannya akan baik ini di pengaruhi oleh kebutuhan cahaya matahari untuk fotosistesis tanaman.

2.      Intensitas cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap efesiensi fotosistesis tanaman palawija. Penyesuaian intensitas cahaya matahari pada tanaman berakibat pada produktifitas tanaman dan  pembentukan akar dan pucuk karena dipengaruhi oleh hormone pertumbuhan yaitu hormon auksin dan hormone sitokonin.

B.     Saran

Saran saya setelah mengikuti praktikum ini adalah:

1.      Untuk praktikan agar selalu memperhatikan asisten ketika menjelaskan perihal praktikum.

2.      Untuk asisten pembimbing agar selalu memperhatikan kesehatan supaya dapat membimbing praktikan dengan baik.

3.      Untuk laboratorium agar selalu menjaga kebersihan laboratorium dan selalu menciptakan rasa aman dan nyaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alpriyan, D. dan Satyana, K., 2018, Pengaruh Konsentrasi Lama Perendaman Hormon Auksin pada Bibit Tebu (Saccharum Officinarium L.) Teknik Bud Chip, Jurnal Produksi Tanaman, 6(7): 1354-1362.

Anti, W. O., 2018, Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau ( Phaseolus Radiatus L.) pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Bokashi Kotoran Sapi, Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(2): 105-115.

Erwin, S.,  Ramli dan Adrianto, 2015, Pengaruh Berbagai Jarak Tanam pada Pertumbuhan dan Produksi Kubis (Brassica Oleracea L.) di Dataran Menengah Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Agrotekbis, 3(4): 491-497.

Fanindi, A., B.R. Prawiradiputra dan Abdullah, 2010, Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Produksi Hijauan dan Benih Kalopo (Calopogonium Mucunoides), Jitv, 15(3): 205-214.

Fitriyah, N., 2019, Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pulut Lokal (Zea Mays Ceratina. L) pada Kondisi Cekaman Kering dan Nitrogen Rendah, Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 4(2): 74-77.

Mamondol, M. R. dan Nurfhin, I. B., 2017, Peningkatan Hasil dan Kualitas Jagung Pulut Melalui Penggunaan Pupuk Abu Sabut Kelapa, Jurnal Adiwidia, 4(1): 19-31.

Pasta, I., Andi, E. dan Henry, N. B., 2015, Tanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata) pada Aplikasi Berbagai Pupuk Organik . Agrotekbis, 3(2):168-177.

Purwanti, G., Togar, F. M. dan Herlina, D., 2017, Pengaruh Auksin Terhadap Pertumbuhan Bibit Cabutan Alam Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lamk), Jurnal Penelitian Pertanian, 1(2): 6-12.

Roni, G. K., 2015, Efektifitas Perbedaan Tanah Sebagai Media Tumbuh, Jurnal Ilmiah Pertanian Terkini, 2(2): 20-32.

Rosmaiti, 2018, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.), Jurnal Penelitian Agrosamudra, 5(2): 39-45.

Subekti, N. A., Syafrudin, Roi, E. dan Sri, S., 2014, Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung, Jurnal Teknik Produksi dan Pengembangan, 1(2): 16-28.

Tetika, A. H. dan Yosefina, M. F., 2016, Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, Jurnal Agribisnis Lahan Kering, 1(3): 53-54 .

Utami, A., 2018, Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman, Jurnal Penelitian Agrobisnis, 1(1): 1-18.

Utina, R., dan Baderan, D. W., 2010, Ekologi Dan Linkungan Hidupi, Gorontalo: Universitas Universitas Negeri Gorontalo Press.

Widiastuti, L., Tohari dan Endang, S., 2014, Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida Terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Krisan Dalam Pot . Ilmu Pertanian, 11(2): 35-42.

 

Komentar